Suaramerdekanews.com.Yogyakarta, 2 Maret 2010. DELUA adalah band yang dibentuk di Yogyakarta pada tahun 2021. Dengan pondasi Dance,Love, Unity, Art sebagai awal terbentuknya nama DELUA, band ini beranggotakan Rieza(vokal), Anggita (vokal), Rois (gitar), Awal (keyboard), Arya (bass), Rizal (drum), dan Daniel(saxophone) ini berusaha membuat karya yang dapat memikat para pendengarnya. Grup musik DELUA, baru saja merilis single berjudul ‘Izinkan’. Musiknya semenarik lirik.Larik-larik puitik dikemas lewat orkestrasi yang cukup dominan sejak awal lagu. ‘Izinkan’direkam di Satrio Piningit studio, dibantu Pandu Wicaksono pada recording operator, lalu dimixing mastering oleh Sasi Kirono. “Proses recordingnya lancar, hasil mixing dan mastering nyaenak banget dan ramah di telinga. Pokoknya kami puas,” ucap Arya bassist dari DELUA.Pada kesempatan yang sama, DELUA berkolaborasi dengan Production House yang juga barusaja lahir bernama Young Coconut. Meski DELUA dan Young Coconut terpisah antar pulau(Jawa – Bali), mereka mencoba menciptakan tafsir visual atas lagu “IZINKAN”. Project inidipimpin oleh Bagus Suitrawan dan Falkwyn de Goyeneche, duo founder Young Coconut.Pada proses kreatifnya, Young Coconut melanjutkan visi kesenian dari DELUA. Merekamerancang presentasi ini untuk tidak sebatas pada video klip musik pada umumnya. Mengangkattema kebudayaan dan seni, tanpa menampakkan wujud anggota Grup Musik DELUA. BagusSuitrawan mencoba menafsirkan lirik lagu “IZINKAN” dengan ekspresi gestur tubuh yang adapada 2 penari utama, sekaligus membingkainya dalam tradisi Jawa dan Bali. Persiapan karya inimemakan waktu 2 minggu dan di produksi dalam waktu 1 hari di Bali.“Saya bukan penari, apalagi koreografer. Walaupun kondisi tidak memungkinkan kamimenggunakan seorang koreografer, tapi saya bersama 2 teman penari saya mencoba secara jujuruntuk bergerak dan merespon dengan tetap berpijak pada akar budaya kami masing-masing.Unsur karakter anak-anak juga berawal dari ide Sinematografer kami, Falkwyn de Goyeneche. Ide tersebut saya respon dengan memasukkan Wayang Suket dan Rindik, yang mewakili latargeografi kolaborasi ini, yaitu Jawa dan Bali. Saya senang sekali karena mampu mengenalkanWayang Suket kepada anak-anak di Bali. Juga, tanpa bantuan teman-teman baru dan semestaBali, ide ini takkan bisa terwujud di tengah masa pandemi ini. Kami sangatlah beruntung.” ujarBagus Suitrawan, Sutradara dari video clip ‘Izinkan’.Diharapkan presentasi visual ini mampu mengangkat lagi ke permukaan, kebudayaan-kebudayaan kita yang bertahan atas gempuran keras budaya luar. Juga, yang tak kalah pentingadalah sebagai penyemangat kepada hubungan-hubungan cinta yang terus harus berjuang, meskimasa semakin berat menguji.