Dari percakapan yang tertunda di rumah hingga panggung internasional, film terbaru Palari Films membawa kisah empat perempuan dari tiga generasi ke
Tokyo sebelum tayang di bioskop Indonesia 10 Desember 2026.
Jakarta, Suaramerdekanews.com, 3 Oktober 2026 – Film Desember Jani produksi Palari Films terpilih menggelar World Premiere di Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-39, 26 Oktober hingga 4 November 2026. Film panjang pertama sutradara Ariani Darmawan ini akan hadir dalam program kompetisi
Asian Future, sebelum tayang di bioskop Indonesia mulai 10 Desember 2026.
Film Desember Jani akan diputar di Tokyo International Film.
Film ini bercerita tentang Jani (Chempa Puteri), 13 tahun, yang menunggu kakaknya, Julia (Hyori
Mika), pulang setelah Julia pergi dari rumah tanpa pamit. Jani menyalahkan ibunya, Winnie (Sigi
Wimala), ibu tunggal yang terus bekerja sebagai tulang punggung keluarga sambil menyimpan
rasa bersalah.
Tempat Jani merasa paling nyaman adalah Oma (Tutie Kirana), yang sehari-hari
berjualan lumpia. Namun Jani menyimpan rahasia: ia tahu Julia baik-baik saja dan diam-diam masih berkomunikasi dengannya. Dalam empat hari di bulan Desember, pilihan Jani untuk tetap diam atau berterus terang mengantarkan empat perempuan dalam keluarga tersebut pada percakapan yang selama ini mereka hindari.
“Buat saya, yang menarik dari keluarga justru hal-hal kecil yang kita alami setiap hari. Ada rasa sayang, marah, kecewa, gengsi, tetapi kadang kita tidak tahu bagaimana cara mengatakan atau bahkan menghadapinya. Saya berharap penonton, di Tokyo maupun di Indonesia, bisa mengenali dan merasakan sebagian dari keluarga mereka sendiri di dalam keluarga Jani,” ujar Ariani Darmawan.
Ariani mengembangkan cerita ini selama tiga tahun bersama penulis dan penyair Cyntha
Hariadi, setelah membaca kumpulan cerpen Cyntha, Manifesto Flora. Film ini menjadi skenario film panjang pertama Cyntha.
“Anak bisa merasa tidak didengar, sementara orang tua merasa semua yang dilakukannya
adalah untuk keluarga. Keduanya bisa sama-sama menyayangi, tetapi tetap tidak saling
memahami. Kami ingin mereka tidak menjadi karakter yang sepenuhnya benar atau salah,” kata Cyntha Hariadi.
“Winnie sangat manusiawi buat saya. Dia sayang kepada anak-anaknya, tetapi rasa sayang tidak otomatis membuat seseorang selalu tahu cara yang paling tepat untuk menjadi ibu,” ungkap Sigi Wimala.
Sebelum Tokyo, proyek ini mengikuti Hong Kong Asia Film Financing Forum (HAF) pada Maret 2026.
“Sejak awal kami membuat Desember Jani untuk berbicara kepada penonton di sini, kepada anak, ibu, kakak, adik, dan keluarga yang mungkin pernah mengalami sulitnya memulai sebuah percakapan. Perjalanan ke Tokyo justru menunjukkan bahwa cerita yang sangat lokal juga bisa berbicara kepada penonton dari tempat yang berbeda,” ujar produser Meiske Taurisia. Siaran Pers: Untuk disiarkan: Kamis, 1 Oktober 2026, setelah pukul 16.00 JST (14.00 WIB) Setelah Tokyo, perjalanan Desember Jani kembali ke rumah: bioskop Indonesia, mulai 10 Desember 2026.
Desember Jani disutradarai oleh Ariani Darmawan, ditulis oleh Cyntha Hariadi, diproduseri Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, serta menghadirkan Luna Maya sebagai produser eksekutif. Film ini dibintangi Chempa Puteri, Sigi Wimala, Tutie Kirana, dan Hyori Mika.





Comments are closed for this post.