Dengan diluncurkannya Financial Fitness Index 2026, OCBC dorong masyarakat Indonesia untuk lebih sadar, adaptif, dan siap bertumbuh secara finansial
Jakarta, Suaramerdekanews.com, 21 September 2026 — Perubahan kondisi ekonomi dan meningkatnya kebutuhan hidup membuat masyarakat semakin dituntut untuk mampu mengelola keuangan secara bijak. Berangkat dari hal tersebut, OCBC bekerja sama dengan NielsenIQ (NIQ) kembali meluncurkan Financial Fitness Index (FFI) 2026, sebuah studi yang mengukur kesehatan finansial masyarakat Indonesia sekaligus melihat perubahan perilaku, prioritas, dan kesiapan finansial masyarakat dalam menghadapi masa depan.
FFI 2026 mencatat skor financial fitness anak muda Indonesia sebesar 39,64, turun dari 40,60 pada tahun sebelumnya. Namun, di balik penurunan skor tersebut, terdapat sejumlah perkembangan positif yang menunjukkan semakin tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk membangun kondisi finansial yang lebih sehat.
Skor kesehatan finansial di atas skor rata-rata Indonesia.
Temuan penting lainnya dari FFI 2026 adalah masih adanya kesenjangan antara persepsi dan kesiapan finansial. Sebanyak 55% masyarakat merasa bahwa perencanaan finansial mereka saat ini akan membawa kesuksesan finansial di masa depan, namun 80% belum melakukan pencatatan keuangan dan baru 27% yang memiliki dana darurat.
Menurut Nielsen, kondisi ini menunjukkan bahwa financial awareness atau literasi finansial perlu terus diterjemahkan menjadi aksi nyata.
“Studi FFI 2026 menunjukkan bahwa di tengah score FFI yang menurun, namun terlihat kebutuhan untuk mempertahankan pemenuhan keuangan dasar masih kuat, seperti pemenuhan sehari-hari dan pembayaran hutang. Yang menarik, kita juga melihat semakin banyak masyarakat yang mulai membangun kebiasaan menabung dan mempersiapkan masa depan. Ini menunjukkan adanya awareness yang berkembang dan menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan finansial ke depannya,” ujar Inggit Primadevi, Director Strategic Analytics & Insight, NielsenIQ Indonesia.
Perkembangan positif juga terlihat pada sisi financial growth, terutama untuk mereka yang sudah memiliki dana darurat. Mereka yang sudah memiliki dana darurat menunjukkan kecenderungan yang lebih tinggi dalam kepemilikan investasi kompleks, seperti saham, deposito, reksa dana, forex, dan lainnya, dibandingkan mereka yang belum memiliki dana darurat.
Hal ini menunjukkan bahwa ketika fondasi finansial mulai terbentuk, masyarakat semakin memiliki ruang untuk memikirkan pertumbuhan aset dan tujuan finansial jangka panjang dengan semakin matang.
“Bagi OCBC, sehat secara finansial bukan sekadar tentang memiliki lebih banyak uang, tetapi tentang memiliki fondasi dan perencanaan yang membuat kita mampu menghadapi ketidakpastian, sekaligus memiliki ruang untuk bertumbuh. Karena itu, perjalanan finansial perlu dimulai dari memahami kondisi kita, menentukan prioritas, membangun resilience, dan kemudian mengembangkan kekayaan sesuai tujuan dan profil masing-masing. Jadi bukan hanya tahu ilmunya, tetapi juga harus mengaplikasikannya dengan bijak dan konsisten,” ujar Lauda Muliana, Personal Banking Segment Head, OCBC.
Sejalan dengan insight tersebut, OCBC juga mengembangkan pendekatan wealth management yang personal, digital, dan inclusive:
· Personal: strategi finansial yang dapat disesuaikan dengan tujuan, kebutuhan, dan profil risiko masing-masing individu. Untuk itu, OCBC menyediakan fitur untuk evaluasi kesehatan finansial secara holistik melalui Financial Fitness Check Up (FFCU), dan juga fitur For Your Investment untuk mengetahui pilihan instrumen investasi yang telah dikurasi sesuai dengan profil risiko dan tujuan.
· Digital: Akses terhadap informasi, perencanaan, dan berbagai solusi finansial untuk wealth management semakin mudah, dapat dilakukan di OCBC Mobile Inklusif, karena OCBC percaya bahwa wealth management bukan hanya untuk segmen tertentu saja, melainkan untuk semua orang.
Selain itu, FFI 2026 juga menemukan bahwa mereka yang memiliki dana darurat, kebiasaan menabung, dan investasi menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menjalani lifestyle tanpa mengabaikan kebutuhan finansial jangka panjang. Temuan ini memperkuat bahwa financial fitness bukan berarti menghilangkan lifestyle, melainkan mampu menentukan prioritas dan memastikan setiap pengeluaran sesuai dengan kemampuan serta tujuan finansial.
“OCBC percaya bahwa sehat secara finansial bisa berjalan beriringan dengan menikmati lifestyle. Nyala Festival ini adalah salah satu manifestasi dari OCBC, yang memperlihatkan bahwa edukasi, insight, dan perencanaan finansial bisa berjalan beriringan juga dengan lifestyle dan fun, mendorong masyarakat untuk semakin #FUNanciallyFit,” tutup Lauda.





Comments are closed for this post.