Jakarta, Suaramerdekanews.com,19 Agustus 2026 — Jakarta Film Week membuka submisi proyek film untuk program JFWNET—Industry Program: Pitching Forum dan Producers Lab bagi sineas Indonesia. Memasuki tahun keenam penyelenggaraannya, Jakarta Film Week terus membuka ruang bagi emerging filmmakers untuk mengembangkan proyek, bertemu dengan profesional industri, dan menemukan peluang baru.
“Bagi kami, Jakarta Film Week bukan hanya tentang merayakan film, tetapi juga tentang
menciptakan ruang bagi orang-orang yang berada di balik film untuk bertemu, bertukar ide,
dan berkembang bersama. Melalui JFWNET—Industry Program, kami ingin memberi
kesempatan bagi sineas pendatang baru untuk membawa proyek mereka lebih jauh dan
menemukan koneksi baru di industri,” ujar Rina Damayanti, Direktur Festival Jakarta Film
Week
Membawa Proyek Film Lebih Dekat ke Industri
Jakarta Film Week Pitching Forum menjadi ruang bagi sineas untuk memperkenalkan dan
mengembangkan proyek film mereka bersama para profesional industri. Melalui sesi
mentoring dan pitching, peserta mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan masukan,
memperluas perspektif, dan membangun koneksi baru.
Jakarta FIlm Week Pitching Forum tahun ini membuka kesempatan bagi proyek film
panjang fiksi yang masih dalam tahap pengembangan hingga work in progress.
Proyek juga dapat berasal dari berbagai genre, termasuk animasi. Tim proyek wajib melibatkan
sutradara dan produser berkewarganegaraan Indonesia serta memiliki pengalaman
menyelesaikan setidaknya satu film pendek.
Sementara itu, Producers Lab hadir sebagai ruang pengembangan bagi produser dan
sineas pendatang baru untuk belajar, bertukar pengalaman, serta memperluas jejaring
dengan profesional industri.
Kedua program ini menjadi bagian dari JFWNET—Industry
Program dalam membuka lebih banyak ruang bagi talenta baru untuk bertemu dengan
ekosistem industri dan mengembangkan perjalanan mereka di dunia perfilman.
Membuka Ruang untuk Cerita dan Talenta Baru
Perjalanan JFWNET—Industry Program tidak berhenti ketika program selesai. Para
alumninya terus membawa proyek dan pengalaman mereka ke berbagai ruang di industri
film.
Alumni Producers Lab Fadhilla Ristianty dan Giovanni Rahmadeva, melanjutkan
perjalanan mereka melalui berbagai program industri Internasional. Fadhilla berpartisipasi
dalam New Producers Room di Short Film Corner, Marché du Film, Cannes Film
Festival, sementara Giovanni terlibat dalam European Film Market (EFM) Toolbox
Programme Berlinale.
Kabari baik juga datang dari perjalanan alumni Producers Lab, Annisa Adjam dan Bagus
Suitrawan, Co-Produser dan Line Producer dari film Vaterland: A Bule Named Yanto, yang diputar perdana di Cannes 2026, berhasil membawa pulang CANAL+ Award di La
Semaine de la Critique.
Di sisi lain, perjalanan proyek juga dapat berlanjut dari ruang pitching ke berbagai forum
industri. PINGPONG, yang sebelumnya meraih HKIFF Industry Award dalam Pitching
Forum x MTN Presentation di Jakarta Film Week 2025, terpilih dalam HKIFF Industry
Project Market 2026. Di Indonesia, Nobody Loves Kay, film panjang pertama Bernardus
Raka yang merupakan partisipan Pitching Forum WIP Jakarta Film Week 2025, juga telah
tayang di bioskop.
Kiprah para alumni dan perjalanan proyek tersebut menjadi bagian dari upaya
JFWNET—Industry Program dalam memperkuat jejaring, kapasitas, dan akses sineas
Indonesia ke ekosistem industri film yang lebih luas.
Open Call JFWNET—Industry Program
Jakarta Film Week 2026 mengundang para sineas Indonesia yang memiliki proyek cerita
film dan sedang mencari ruang untuk mengembangkan karyanya untuk mengikuti
JFWNET—Industry Program. Pendaftaran Jakarta Film Week Pitching Forum dibuka pada
11–23 Agustus 2026, sementara Producers Lab dibuka pada 14–28 Agustus 2026. Para
sineas dapat melihat informasi lengkap mengenai persyaratan, regulasi, dan proses
pendaftaran melalui situs resmi Jakarta Film Week.
Daftarkan proyek film kamu dan temukan kesempatan untuk membawa ceritamu lebih jauh
bersama JFWNET—Industry Program.
Regulasi dan pendaftaran:
www.jakartafilmweek.com





Comments are closed for this post.