Jakarta, Suaramerdekanews.com, 7 Agustus 2026 – Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM), kembali bersinergi bersama Keluarga Alumni Hukum Gadjah Mada (KAHGAMA), SIRAH Travel, Sedekat Imaji Rupa, serta MyRace Sports Organizer untuk menyelenggarakan Jogja Run’nShine 2026 pada 18-20 September 2026 di Yogyakarta. Memasuki penyelenggaraan keduanya, Jogja Run’nShine kali ini menargetkan 3.500 peserta dengan memperkuat konsep olah raga dan olah rasa (sporty & artsy) melalui perpaduan aktivitas fisik, seni, musik, kuliner, serta berbagai aktivitas kreatif yang mengajak peserta mengenal Yogyakarta dari perspektif yang berbeda.
Direktur Utama GIK UGM, Alfatika Aunuriella Dini mengatakan, penyelenggaraan Jogja Run’nShine 2026 menjadi kelanjutan dari semangat Renaissance yang dibangun sejak tahun pertama, yakni menjadikan Yogyakarta sebagai ruang pertemuan antara ilmu pengetahuan, seni, dan nilai-nilai keberadaban. Semangat tersebut kini diterjemahkan ke dalam pengalaman yang lebih beragam dan inklusif untuk dinikmati lebih banyak para pelari, komunitas olahraga, pelaku seni, budaya, UMKM, hingga wisatawan dari berbagai penjuru daerah.
“Jogja Run’nShine kami hadirkan bukan hanya sebagai sebuah ajang lari, tetapi sebagai ruang untuk merayakan Yogyakarta secara lebih utuh, sejalan dengan makna Renaissance yang menjadi inspirasi penyelenggaraannya. Tahun ini, kami ingin perluas lagi pengalaman tersebut dengan harapan, siapa pun yang datang tidak hanya berlari untuk hidup sehat, tetapi juga menemukan pengalaman, berinteraksi, dan membawa pulang cerita baru tentang Yogyakarta,” kata Alfatika.
Pada Jogja Run’nShine tahun ini terdapat kategori lari 5K dan 10K dengan tetap mengusung prinsip Sinergi 5K: Kampus, Komunitas, Keraton, Kampung, dan Korporasi, yang menjadi cara penyelenggara merefleksikan lima elemen atau penggerak Yogyakarta ke dalam pengalaman berlari di setiap rutenya. “Jogja Run’nShine 2026 mengajak peserta mengenal Yogyakarta melalui rute yang menghubungkan lima elemen pembentuk identitas kota, yaitu kawasan pendidikan, kawasan bersejarah, pusat ekonomi, perkampungan, hingga ruang publik yang menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Melalui rute tersebut, peserta diajak menikmati cara baru menjelajahi Yogyakarta sambil berlari,” tambah Alfatika.
Selain itu, prinsip Sinergi 5K juga diwujudkan melalui berbagai elemen kreatif yang hadir dalam rangkaian acara, termasuk melalui identitas visual yang melekat pada pengalaman peserta. Jogja Run’nshine 2026 kembali menggandeng duo seniman TEMPA untuk menghadirkan karya eksklusif yang diwujudkan melalui desain jersey dan medali resmi tahun ini dengan tema “Shine Beats”. Tema ini menggambarkan para pelari yang menyatu dengan lanskap dan landmark Yogyakarta, menghadirkan perpaduan arca, guci, matahari, elemen alam, serta siluet pelari sebagai simbol energi, budaya, dan kebersamaan.
“Manusia yang utuh adalah mereka yang merawat raga dan rasanya secara berimbang. Semangat tersebut yang dibawa Run’nshine, di mana festival ini merupakan perwujudan olahraga dan olahrasa. Di sini, seni ikut berlari, musik ikut bernapas, dan rasa ikut merayakan — semua bertemu dalam satu ruang perayaan utuh,”
— Galih Satrio, Direktur Sedekat Imaji Rupa
Direktur Marketing SIRAH Travel, Andi Fadly Arifuddin (Fadly Padi) mengungkapkan bahwa partisipasi pihaknya dalam Jogja Run’nShine menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman yang lebih lengkap bagi peserta, dengan memperkenalkan Yogyakarta melalui perpaduan olahraga, seni, budaya, dan wisata. Menurutnya, ajang ini dapat menjadi salah satu cara untuk mengajak masyarakat dari berbagai daerah datang ke Yogyakarta dan menikmati kota ini melalui pengalaman yang berbeda dan lebih beragam.
Untuk mendorong partisipasi masyarakat, Jogja Run’nShine tahun ini juga memberikan apresiasi yang lebih besar. Jika tahun lalu pemenang mendapatkan hadiah berupa paket Umrah dan jalan-jalan ke Thailand, pemenang tahun ini memiliki kesempatan memenangkan perjalanan ke Thailand untuk kategori Best Costume, paket liburan ke Turki untuk pemenang kategori 5k, serta hadiah utama berupa paket Umrah untuk pemenang kategori 10k.
“Peningkatan hadiah tersebut kami harap dapat memberikan pengalaman yang semakin menarik bagi peserta sekaligus memperkuat unsur perjalanan dan wisata yang menjadi bagian dari konsep acara. Semoga semakin banyak masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia, hingga internasional, yang tertarik datang dan merasakan sendiri pengalaman yang ditawarkan melalui Jogja Run’nShine,” ungkap Fadly.
Ketua KAHGAMA, Prof. Dr. Paripurna P. Sugarda, S.H., M.Hum., LL.M., menilai, Jogja Run’nShine telah menjadi ruang kolaborasi berbagai elemen yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan Yogyakarta. Keterlibatan KAHGAMA sendiri menjadi bagian dari semangat tersebut, dengan membawa kontribusi alumni Hukum UGM melalui kegiatan yang memberikan nilai positif bagi masyarakat dan Yogyakarta.
“Kolaborasi lintas elemen melalui Sinergi 5K menjadi cerminan bagaimana berbagai pihak dapat mengambil peranan. Kami ingin kontribusi alumni Hukum UGM tidak hanya hadir melalui ruang akademik dan profesional, tetapi juga melalui kegiatan yang sehat, kreatif, dan mampu memperkuat kebersamaan serta rasa cinta terhadap Yogyakarta,” ujar Paripurna.
Sementara itu, Head of Program Experience GIK UGM, Gilang W. April menjelaskan, konsep sporty & artsy menjadi salah satu kekuatan yang kembali dihadirkan dalam Jogja Run’nShine 2026. Keseimbangan antara aktivitas olah raga dan olah rasa diterjemahkan melalui rangkaian program yang semakin beragam, mulai dari Morning Music Concert dengan penampilan Barasuara, Culinary Expo, dan Active Lifestyle Expo yang menjadi salah satu pembeda dari tahun sebelumnya.
Pengunjung juga dapat menikmati hasil karya seni pada pameran Mampir Gelanggang pada 18 September hingga 12 Oktober 2026 di Galeri Bulaksumur. Pameran ini melibatkan 18 seniman dengan total 63 karya. Selama pameran berlangsung, berbagai agenda seperti Artist Talk, Gallery Activation, hingga ruang dialog antara seniman, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat turut melengkapi rangkaian acara.
Penyelenggaraan Jogja Run’nShine telah berkembang menjadi tradisi kolaborasi yang mempertemukan berbagai elemen, mulai dari alumni, kampus, komunitas, pelaku kreatif, hingga masyarakat. Menurutnya, penyelenggaraan tahun kedua menjadi bukti bahwa kolaborasi tersebut terus tumbuh dan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi Yogyakarta.
Turut hadir Sekretaris Jenderal KAHGAMA, Mandela Sinaga menyampaikan bahwa penyelenggaraan Jogja Run’nShine telah berkembang menjadi tradisi kolaborasi yang mempertemukan berbagai elemen kehidupan di Yogyakarta. Jogja Run’nShine 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi tersebut terus tumbuh dan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi Yogyakarta. “Bagi kami, Jogja Run’nShine bukan sekadar agenda tahunan, tetapi ruang kolaborasi yang mempertemukan banyak pihak dengan semangat yang sama, yaitu memajukan Yogyakarta. Kami harap kolaborasi ini terus berkembang dari tahun ke tahun, sehingga semakin banyak komunitas, pelaku kreatif, maupun masyarakat yang terlibat untuk menjadikan Yogyakarta sebagai destinasi yang hidup, sehat, dan penuh kreativitas,” ujar Mandela.
Untuk mengikuti Jogja Run’nShine 2026, peserta dapat memilih kategori 5K dengan tiket seharga Rp250.000 atau 10K seharga Rp290.000. Pendaftaran telah dibuka sejak Juni 2026 melalui situs resmi Jogja Run’nShine dan platform TIAS. Setiap tiket sudah termasuk running jersey, BIB (nomor pelari), goodie bag, medali finisher, dan akses ke konser. Untuk informasi lebih lanjut, peserta dapat mengunjungi akun resmi Jogja Run’nShine 2026 di instagram @jogja_runnshine.





Comments are closed for this post.