Jakarta, Suaramerdekanews.com, 4 November 2026 – Collective Studios melalui lini pengembangan kekayaan intelektual orisinalnya, Historyverse, bersama Galleri5 dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari mengumumkan kerja sama strategis untuk mengembangkan cerita-cerita asli Indonesia menjadi karya film dan serial yang berpotensi menjangkau penonton di seluruh dunia.
Collective Studios merupakan bagian dari Collective Artists Network, sementara Galleri5 adalah perusahaan teknologi kecerdasan artifisial (AI) dalam ekosistem Collective yang mengembangkan platform produksi bagi industri perfilman dan ekonomi kreatif.
Kolaborasi ini diumumkan dalam forum Indonesia–India Creative-Tech Corridor di Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional 2026, 24 Oktober lalu. Forum tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif bersama Kedutaan Besar India di Jakarta, dengan KEK Singhasari sebagai mitra pelaksana.
Kemitraan ini berfokus pada pengembangan cerita yang berakar pada kekayaan budaya Indonesia, termasuk mitologi, fantasi, sejarah, dan animasi. Talenta kreatif serta pemahaman budaya lokal Indonesia akan dipadukan dengan kapabilitas pengembangan IP orisinal Collective Studios dan teknologi serta alur kerja produksi berbasis AI yang dikembangkan Galleri5 di India.
AI untuk Memberdayakan Kreator dan Memperkuat IP Indonesia
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Nasional KEK, Airlangga Hartarto, menekankan bahwa kecerdasan artifisial harus menjadi sarana peningkatan produktivitas dan daya saing talenta kreatif Indonesia.
“Kecerdasan artifisial harus memberdayakan kreator, bukan menggantikan mereka,” tegas Menko Airlangga dalam forum tersebut. Dalam arahannya, Menko Airlangga juga menekankan pentingnya memastikan setiap kemitraan melibatkan talenta dan cerita Indonesia, sekaligus melindungi, mengembangkan, dan meningkatkan nilai tambah kekayaan intelektual nasional.





Comments are closed for this post.