Jakarta, Suaramerdekanews.com, 3 November 2026 — Dian Sastrowardoyo tampil manis dalam peran terbarunya di film persembahan Triximages & Dash Pictures, Yang Datang Dan Yang Pergi, yang akan tayang di bioskop mulai 3 Desember 2026. Di film ini, Dian akan terlibat romansa bersama Roy Sungkono, dalam sebuah guest house yang telah menjadi warisan keluarga, serta kisah di antara datang dan perginya kabut pegunungan.

Dalam official trailer Yang Datang Dan Yang Pergi, menampilkan kisah yang mengikuti Sinta (Dian Sastrowardoyo). Sinta bertemu dengan orang-orang yang datang dan pergi di guest house tua milik keluarganya, yang penuh dengan rahasia dan memori. Banawan (Roy Sungkono), laki-laki yang merupakan teman masa kecilnya hadir kembali ke kehidupan dewasa Sinta. Beberapa laki-laki lain yang juga menjadi tamu, datang dan pergi di tempat itu, menanam harapan dan cinta pada Sinta.

Ditulis, diproduseri, dan disutradarai oleh Nurman Hakim bersama Nan Achnas, film Yang Datang Dan Yang Pergi juga menjadi reuni keduanya bersama Dian. Dian sebelumnya berkolaborasi bersama Nurman lewat film 3 Doa 3 Cinta (2008), sementara bersama Nan, Dian menjalani karier awalnya di industri perfilman lewat Pasir Berbisik (2001) yang fenomenal dan ikonik.

Selain Dian dan Roy, Yang Datang Dan Yang Pergi juga dibintangi oleh Dimas Aditya, David Ari Wibowo, dan Retno Soetarto. Selain Dian yang kembali reuni dengan Nurman dan Nan, aktor Dimas Aditya juga kembali reuni dengan Nurman Hakim, yang sebelumnya keduanya berkolaborasi di film Bid’ah Cinta (2017).

“Melalui film Yang Datang dan Yang Pergi, kami ingin mengeksplorasi bagaimana masa lalu membentuk kehidupan seseorang, sekaligus bagaimana seorang perempuan menghadapi warisan tersebut untuk menentukan masa depannya. Setiap generasi tentunya mewarisi cerita dari generasi sebelumnya. Namun, tidak semua cerita harus  berakhir dengan cara yang sama,” ujar penulis, produser, dan sutradara Nurman Hakim.

Bagi Nan Achnas, kisah di film Yang Datang Dan Yang Pergi, yang mengikuti karakter  utama perempuan bernama Sinta dalam menentukan arah hidupnya di tengah kekangan dan warisan keluarga, perempuan memiliki pilihan dalam menentukan
kehidupan mereka.