Jakarta, Suaramerdekanews.com, 28 Oktober 2026, Dalam setahun terakhir, duo Pop-Folk BIANCADIMAS sukses mencuri perhatian ratusan ribu pendengar hingga meraih jutaan stream lewat deretan lagu hits yang viral seperti “Manusia Paling Menyebalkan,” “Kalimat Cinta,” dan karya terbaru mereka, “Sejauh Ku Memandang.”. Pasangan suami-istri penulis lagu sekaligus produser, Dimas Wibisana dan Bianca Nelwan, kini menjadi sosok yang begitu diperhitungkan di kancah musik Indonesia. Rekam jejak mereka pun tak perlu diragukan—mulai dari menggarap soundtrack film legendaris seperti Keluarga Cemara dan Imperfect, berkolaborasi dengan nama-nama besar seperti BCL, Ungu, Fatin, Andmesh, Andien, Lyodra, Ziva, hingga Tiara Andini, serta memboyong penghargaan bergengsi di ajang AMI Awards.

Dikenal lewat keahlian khas mereka dalam merajut manisnya kisah asmara, BIANCADIMAS kini kembali ke akar bermusik mereka melalui single yang sangat personal, “Sepuluh Tahun.” Lagu ini mengajak pendengar menyelami lorong waktu nan hangat—berawal dari getaran manis pertemuan pertama di sebuah bangku taman satu dekade lalu. Lebih dari sekadar refleksi perjalanan waktu, lagu ini adalah sebuah penghormatan manis untuk keajaiban cinta yang tak pernah pudar: perasaan jatuh hati pada orang yang sama, setiap hari, di sepanjang perjalanan hidup.

Secara musikal, “Sepuluh Tahun” memadukan lirik yang jujur dan menyentuh dengan bagian chorus yang catchy serta siap untuk dinyanyikan bersama (sing-along). Narasi lagu ini ditutup dengan doa dan harapan yang hangat untuk masa depan—memohon kesehatan, kebahagiaan, dan kebersamaan yang penuh berkah seiring berjalannya waktu. Seperti petikan liriknya yang begitu membekas: “Ajaibnya semesta bekerja / Entah bagaimana bisa / Berkali musim berganti / Berulang kali jatuh hati lagi…”.

Nuansa hangatnya musik & Lirik romantis, perputaran chord yang tidak biasa di lagu pop jaman sekarang, kehangatan akustik khas BIANCADIMAS, background vokal yang saling melengkapi, begitu kental memenuhi hati saat pertama didengarkan. Satu hal yang pasti tampak jelas di wajah, senyuman. Entah mengapa reflek senyum terus muncul di setiap gerakan not lagu ini, seakan-akan semua turut merasakan jatuh cinta lagi, lagi, lagi, dan lagi.

“Kami selalu suka menulis lagu tentang cinta, tapi ‘Sepuluh Tahun’ terasa punya tempat yang sangat spesial buat kami,” ungkap Dimas Wibisana dan Bianca Nelwan. “Lagu ini adalah persembahan untuk siapa saja yang sedang membangun jalan hidup bersama seseorang dan menyadari bahwa cinta tidak meluntur dimakan waktu—ia justru tumbuh makin dalam.”.

Seluruh proses Produksi single ini dikerjakan sepenuhnhya oleh BIANCADIMAS, mulai dari penulisan lagu hingga Produksi musik, dibantu oleh Dimas Pradipta sebagai mixing & mastering engineer. Dari dalam home studio di rumah mereka yang hangat, semoga kehangatan cintanya bisa sampai di hati para pendengarnya. Cheers!