JAKARTA, Suaramerdekanews.com, 29 Oktober 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiagakan 61 armada udara untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru sekaligus mempercepat pemadaman di daerah terdampak.

Berdasarkan data BNPB.luas lahan yang masih terbakar di empat provinsi tercatat mencapai 359 hektare. Data tersebut diperoleh dari pemantauan satelit terbaru yang masih mendeteksi kebakaran di sejumlah lokasi.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa penanganan karhutla tetap menjadi perhatian, meskipun luasan kebakaran di sejumlah wilayah telah menurun.

“Untuk penanganan karhutla di Pulau Sumatera maupun Kalimantan sebagai prioritas kita selama ini, saat ini di empat provinsi terdapat 359 hektare,” ujar Berton.

“Sumatera Selatan Catat Luas Karhutla Terbesar”

BNPB merinci sebaran karhutla di empat provinsi tersebut sebagai berikut:

– Sumatera Selatan: 262 hektare.

– Kalimantan Selatan: 75 hektare.

– Kalimantan Barat: 12 hektare.

– Kalimantan Tengah: 10 hektare.

Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan luas kebakaran terbesar dalam data tersebut. BNPB juga menyebutkan bahwa pemantauan terbaru masih menemukan kebakaran di beberapa lokasi, sehingga personel dan peralatan tetap disiagakan bersama pemerintah daerah.