Single kedua menuju album terbaru, sebuah cerita tentang jatuh cinta, rasa syukur, dan pertanyaan tentang takdir.
Jakarta, Suaramerdekanews.com, 19 Oktober 2026, Setelah membuka babak baru sebagai band independen lewat single “bukan tentangmu” , Daun Jatuh kembali dengan single kedua berjudul “permata hatiku” , yang menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju album terbaru. Album mendatang Daun Jatuh akan menghadirkan karya yang ditulis secara bergantian oleh kedua personelnya, Verrel Alvirizky (El) dan Timothy Gunung Tua.
“permata hatiku” menjadi lagu yang ditulis oleh El, sekaligus menjadi bagian kedua dari rangkaian cerita yang akan berlanjut melalui karya El dan Timothy secara bergantian. Melalui “permata hatiku” , El menggambarkan perasaan jatuh cinta yang terus berulang, rasa syukur atas sebuah pertemuan, serta keyakinan bahwa terkadang Tuhan menghadirkan sesuatu yang jauh lebih indah daripada apa yang pernah kita doakan.
Salah satu bagian yang paling personal dalam lagu ini adalah pertanyaan tentang takdir. Tentang bagaimana kita bisa begitu yakin bahwa seseorang adalah bagian terindah dalam hidup kita, tetapi tetap bertanya-tanya apakah kita juga memiliki tempat yang sama di hidupnya. Lebih dari sekadar lagu tentang cinta, “permata hatiku” merupakan ungkapan rasa syukur atas kehadiran seseorang yang mengajarkan arti cinta tanpa harus banyak berkata-kata. Sebuah pengingat bahwa terkadang, anugerah terbesar dalam hidup datang melalui pertemuan yang tidak pernah kita rencanakan. Hal tersebut kemudian dirangkum dalam lirik “Kau permata hatiku, berulang kali ku jatuh kepadamu, berulang kali kutenggelam dalam hangat dekap tubuhmu, ” yang menggambarkan bagaimana rasa cinta dapat terus tumbuh dan membuat seseorang kembali jatuh cinta pada sosok yang sama.Sementara melalui lirik “Jika kamu lah takdirku, apa ku juga takdirmu?” , El menghadirkan sebuah pertanyaan sederhana tentang cinta, takdir, dan kemungkinan bahwa seseorang yang begitu berarti bagi kita mungkin memiliki cerita yang sama atau berbeda tentang pertemuan tersebut.
“permata hatiku” menjadi bagian dari perjalanan Daun Jatuh menuju album terbaru mereka, sekaligus memperlihatkan sisi lain dari cerita yang ingin kami bagikan. Kalau sebelumnya kami bercerita tentang berdamai dengan sesuatu yang telah berlalu, kali ini kami ingin bercerita tentang seseorang yang membuat kami percaya bahwa pertemuan bisa menjadi salah satu bentuk anugerah, ” ujar Daun Jatuh. Single “permata hatiku” kini sudah dapat didengarkan di seluruh platform digital streaming.





Comments are closed for this post.