Drama Olahraga tentang Sepak Bola Virtual dan Kesempatan Kedua
Jakarta, Suaramerdekanews.com, 23 Juli 2026 – “Berdekatan dengan berakhirnya perhelatan Piala Dunia 2026 di Kanada-AS-Meksiko, BOLALAPAN mempersembahkan Demo Version dari IP proyek film panjang terbaru berjudul “Penendang Bebas”.
Dikembangkan sebagai film bergenre drama olahraga dan drama keluarga, “Penendang Bebas” menghadirkan kisah tentang seorang pria paruh baya yang memimpin tim sepak bola virtual dari sebuah perkebunan tebu untuk mengejar trofi kompetisi nasional. Di balik perjalanan kompetitif tersebut, tersimpan pergulatan personal tentang eksistensi diri, masa lalu, serta keinginan untuk mendapatkan kembali bagian penting yang pernah hilang dari hidupnya.
Demo Version ini bukanlah cuplikan dari adegan filmnya, melainkan langkah awal BOLALAPAN dalam memperkenalkan dunia cerita “Penendang Bebas” kepada publik, sekaligus membuka ruang kolaborasi menuju tahap produksi film panjang. Melalui materi awal ini, BOLALAPAN ingin memperlihatkan potensi cerita, nuansa visual, karakter.
Drama manusia tentang kesempatan kedua, berlatar persinggungan dinamika masyarakat agrikultur dengan perkembangan olahraga virtual (eSports).
Cerita ini lahir dari pengamatan saya terhadap kecintaan dan hausnya masyarakat Indonesia akan rasa menang ala sepak bola, sekaligus kedekatan banyak orang dengan game sepak bola seperti Winning Eleven, PES, FIFA, EAFC, hingga eFootball. Dari situ, saya melihat ada persimpangan menarik antara nostalgia, kemajuan zaman, dan kesempatan kedua dalam hidup,” ujar Athpal Paturusi.
Dalam semesta ceritanya, “Penendang Bebas” mengambil latar masa kini dengan set utama di perkebunan tebu. Film ini membawa tema besar change vs tradition. “Di balik cerita olahraga dan kompetisi, film ini bicara tentang lelaki paruh baya yang mungkin sudah dianggap selesai dalam pertempuran hidup, tetapi ternyata ia masih punya peluang untuk menunjukkan siapa dirinya,” lanjut Athpal.
Athpal menambahkan, “Selama masa pengembangannya, cerita ini diperkuat oleh fakta dan kisah nyata. Saya menyaksikan tim yang mewakili Indonesia, berhasil menjadi juara dunia eFootball di FIFAe World Cup 2024 dengan mengalahkan Brazil. Hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa kemenangan sepak bola juga bisa dirasakan secara mendalam melalui layar”. Secara fakta, selain juara dunia 2024 dan semifinalis FIFAe World Cup 2025, Indonesia hari ini berada di peringkat ke-3 dunia FIFAe di platform konsol.
Sebagai kreator, Athpal merasa konteks sepak bola virtual pada “Penendang Bebas” merupakan drama olahraga yang segar dan tidak biasa, karena sepak bola virtual dapat hidup di berbagai ruang: arena eSports, ruang keluarga, rental PlayStation, bahkan perkebunan tebu.
BOLALAPAN merupakan firma kreatif baru yang berfokus pada pengembangan dan pengelolaan kekayaan intelektual berbasis narasi. Melalui “Penendang Bebas”, BOLALAPAN membawa cerita lokal dengan visi yang dapat bergerak lebih luas, baik sebagai film, serial, animasi, maupun pengembangan IP lain di masa depan.
Demo Version “Penendang Bebas” juga menjadi bagian dari perjalanan awal proyek menuju produksi film panjang. Saat ini, proyek “Penendang Bebas” tengah berada dalam fase pengembangan menuju pra-produksi, dengan visi untuk menjadi film olahraga yang dekat dengan penonton Indonesia, sekaligus memiliki daya tarik bagi komunitas sepak bola, esports, dan penikmat film drama.
“Bagi kami, Demo Version ini adalah undangan pertama untuk melihat dunia cerita ‘Penendang Bebas’. Kami ingin memperkenalkan gagasan, rasa, dan potensi cerita ini kepada publik, mitra kreatif, calon investor, sponsor, serta pihak-pihak yang percaya dengan keunikan karya film ini.” tutup Athpal.





Comments are closed for this post.