Next Step Studio 2026 yang diproduksi oleh KawanKawan Media adalah edisi perdana di Next Step Studio La Semaine de la Critique Cannes Film Festival

Jakarta, Suaramerdekanews.com, 6 Mei 2026 — Empat film pendek dari empat sutradara Indonesia, Reza
Fahriyansyah, Shelby Kho, Reza Rahadian, dan Khozy Rizal akan tayang perdana
(world premiere) di program Next Step Studio, La Semaine de la Critique, Cannes
Film Festival 2026. Keempatnya bekerja sama dengan empat sutradara Asia
Tenggara.

Keempat film tersebut adalah Holy Crowd, disutradarai Reza Fahriyansyah
bersama sutradara Malaysia Ananth Subramaniam, film Original Wound
disutradarai Shelby Kho bersama sutradara Myanmar, Sein Lyan Tun, film Annisa
disutradarai Reza Rahadian bersama sutradara Filipina, Sam Manacsa, dan film
Mothers Are Mothering disutradarai Khozy Rizal bersama sutradara Singapura,
Lam Li Shuen.

Tak hanya disutradarai empat sutradara Indonesia, film-film tersebut juga turut
dibintangi oleh jajaran pemeran papan atas Indonesia, serta sinematografi yang
diarahkan sinematografer pemenang penghargaan dan jajaran kru dari Indonesia.

Film Holy Crowd dibintangi oleh Prilly Latuconsina, Yusuf Mahardika, Yudi
Ahmad Tajudin, dan Arswendy Bening Swara. Original Wound dibintangi oleh
Agnes Naomi, Omara Esteghlal, dan Vivian Idris. Annisa dibintangi oleh
Choirunnisa Fernanda, Nazira C. Noer, dan Shakeel Fauzi. Mothers Are
Mothering dibintangi oleh Happy Salma, Asmara Abigail, dan Yudi Ahmad
Tajudin.

Sementara itu, sinematografer Vera Lestafa mengarahkan gambar untuk film Holy
Crowd dan Original Wound, Faozan Rizal untuk film Annisa, dan Deska Binarso
untuk film Mothers Are Mothering. Bergabung ke dalam tim sebagai Penata kostum
Retno Ratih Damayanti dan Sigit D. Pratama sebagai Production Designer.

Yulia Evina Bhara, Amerta Kusuma (KawanKawan Media), menjadi produser empat
film tersebut. Sementara itu pada jajaran ko-produser adalah Dominique Welinski,
Fanni Mardhotillah, Hannan Cinthya, dan Nazira C. Noer, serta jajaran produser
eksekutif Adi Sumarjono, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem, Dian
Sastrowardoyo, Madeleine Tjahyadikarta, Melyana Tjahyadikarta, Muhammad
Noviar Rahman, Prilly Latuconsina, Rio Pasaribu, Tony Ramesh, Trivet Sembel Kementerian Kebudayaan dengan bangga mengumumkan hadirnya Next Step
Studio Indonesia, sebuah program kolaborasi sinema global yang untuk pertama
kalinya berlangsung di Jakarta. Program ini merupakan bagian dari ekosistem
internasional The Factory, yang sejak 2013 telah mendukung lahirnya suara-suara
baru dalam perfilman dunia. Mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI
Jakarta, Kedutaan Besar Prancis, dan Institut français d’Indonésie dalam
mewujudkan kolaborasi ini.

Melalui Next Step Studio Indonesia, empat sutradara muda tanah air diantaranya
Reza Rahadian, Khozy Rizal, dan Reza Fahriyansyah akan berkolaborasi dengan
sineas internasional untuk menghasilkan karya film pendek yang akan ditayangkan
perdana di Critics’ Week Cannes 2026. Inisiatif ini tidak hanya membuka
peluang bagi talenta muda Indonesia untuk menembus jaringan industri global,
tetapi juga memperkuat diplomasi budaya antara Indonesia dan Prancis, sejalan
dengan semangat Deklarasi Borobudur.
“Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus mendukung program yang
memberi ruang bagi generasi baru pembuat film. Kehadiran Next Step Studio
Indonesia menegaskan posisi Indonesia sebagai bagian penting dari ekosistem
sinema global yang dinamis, kreatif, dan berpengaruh,” ujar Irini Dewi Wanti,
Direktur Film, Musik dan Seni Kementrian Kebudayaan.

Next Step Studio 2026 juga diproduksi bersama dan didukung oleh Indra Sashi
Kalanacitra, VMS Studio, Visinema Pictures, Navvaros Entertainment, Poplicist
Publicist, Beacon Film, Salaya Yachts, Arungi Films, Prodigihouse Post Production,
Brandlink Indonesia, Titrafilm A La Plage Studio, Artha Graha Peduli, Jakarta Film
Week, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Direktorat Film, Musik
dan Seni,Direktur jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan
Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan, Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia,
Timor-Leste, dan ASEAN, dan Institute Francais Indonesia.

“Dalam setahun terakhir Pemprov DKI sangat serius mempersiapkan Jakarta
menjadi Kota Sinema, tidak hanya lokasi shooting sejumlah insentif juga sedang
kami siapkan untuk insan film, dengan banyaknya produksi film di Jakarta, saya
berharap economic impact baik dari sektor wisata, kuliner, heritage dan lainnya bisa
semakin hidup dan dampak ekonominya terasa bagi masyarakat,” ujar Rano
Karno Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Tahun ini akan menjadi edisi perdana program Next Step Studio di La Semaine de la
Critique yang menjadi bagian dari Cannes Film Festival. Dalam edisi perdana Next
Step Studio, program ini memberikan ruang bagi empat sutradara muda Indonesia
yang telah menulis dan menyutradarai bersama empat film pendek.

“Industri film Indonesia saat ini merupakan salah satu yang paling dinamis di Asia,
didorong oleh generasi pembuat film berbakat yang karyanya kian mendapatkan
pengakuan internasional. Next Step Studio Indonesia adalah sebuah program
ambisius yang diselenggarakan oleh La Semaine de la Critique Cannes Film Festival
dan didedikasikan bagi bakat-bakat baru Indonesia,” ujar Duta Besar Prancis
untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN Fabien Penone.

“Prancis dan Indonesia terus memperkuat kerja sama budaya bilateral, khususnya di
bidang sinema. Hal ini telah disepakati oleh Presiden Emmanuel Macron dan
Presiden Prabowo Subianto dalam Deklarasi Borobudur bersama yang ditetapkan
pada 29 Mei 2025, serta dibahas lebih lanjut oleh Menteri Kebudayaan Prancis dan
Indonesia dalam pertemuan mereka di Paris pada 22 April 2026,” tambah Fabien
Penone.

Next Step Studio merupakan program yang melanjutkan konsep yang diprakarsai
oleh La Factory di Directors’ Fortnight sejak 2013. Sebuah program yang mendukung
kemunculan suara-suara baru dalam perfilman di seluruh dunia. Setiap tahun,
program ini berlangsung di negara yang berbeda dan menonjolkan sinema lokal,
mempertemukan delapan sutradara pendatang baru—empat lokal dan empat
internasional—untuk menulis dan menyutradarai bersama empat film pendek
berdurasi 15 menit.

Pada 10 edisi pertama Factory, program ini telah menjelajahi Taiwan, Chili,
Finlandia, dan Denmark (Nordic Factory), Afrika Selatan, Libanon, Tunisia, lima
negara Balkan (SEE Factory), Portugal utara, Filipina, dan Ceará di Brasil. Lebih dari
80 pembuat film telah berpartisipasi dalam program ini dan hampir 50 film panjang
(feature film) pertama telah berhasil dibuat.

“Kedelapan sutradara ini adalah sebagian dari begitu banyak sutradara berbakat
dari Indonesia dan Asia Tenggara, pemilihan mereka utamanya karena rekam jejak
artistik pada film pendek yang mereka kerjakan sebelumnya yang telah terseleksi di
berbagai film festival internasional dan para sutradara ini sedang mengerjakan film
panjang pertama atau kedua, di mana Partisipasi mereka di Next Step Studio
diharapkan akan memberikan feasibility bagi proyek film panjang mereka agar dapat
menembus panggung international. Butuh lebih dari 2 tahun bagi saya untuk
meyakinkan bahwa Indonesia patut menjadi country of focus dan senang sekali
akhirnya bisa segera dapat mempresentasikan 4 film pendek karya 8 sutradara ini di
Semaine de La Critique’ ujar produser Next Step Studio 2026 Yulia Evina
Bhara.

“Kami mengucapkan selamat kepada para sutradara, para produser, para pemain
dan seluruh kru yang terlibat dalam produksi Next Step Studio dan ini momentum
yang patut dirayakan, karena sinema Indonesia secara signifikan jumlahnya akan
ditayangkan di La Semaine de la Critique Cannes, tugas kami ke depan tentu saja
berupaya untuk memfasilitasi dan memberikan feasibility bagi terjadinya kolaborasi
dan ko-produksi antar negara untuk terus dapat mempresentasikan sinema
Indonesia di panggung global,” ujar Ketua Umum Badan Perfilman
Indonesia (BPI) Fauzan Zidni.

Reza Rahadian, yang sukses dengan debut feature Pangku, mengungkapkan
antusiasmenya untuk bisa berkolaborasi dengan sesama sineas Asia Tenggara.
Kolaborasi ini menjadi proses penting untuk pertumbuhan perfilman Indonesia.

“Next Step Studio memberikan kesempatan cerita-cerita dari Indonesia dan Asia
Tenggara bisa semakin terdengar dan diperbincangkan. Isu-isu yang penting dari
kawasan Asia Tenggara semakin terlihat di perfilman internasional. Kolaborasi ini
juga menjadi kesempatan bagi kami sesama sineas Asia Tenggara untuk saling
berkomunikasi sekaligus momentum dalam proses bertumbuh untuk menghasilkan
karya-karya terbaik mendatang,” ujar Reza Rahadian.

Empat film pendek Next Step Studio 2026 akan tayang perdana (world premiere)
dalam sesi pemutaran khusus di La Semaine de la Critique Cannes Film Festival
2026. Ikuti perkembangan dan informasi terbaru Next Step Studio 2026.