Jakarta, Suaramerdekanews.com, 18 Juni 2026 – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) terus memperkuat lini bisnis logistik sebagai salah satu motor pertumbuhan utama Perusahaan. Emiten yang juga bergerak di bisnis penyedia layanan transportasi dan ekosistem kendaraan bekas ini, terus memanfaatkan teknologi terkini untuk semakin memperkokoh bisnis logistiknya.
Berbagai macam teknologi sudah dipakai ASSA, mulai dari robotic sorting dimana Anteraja menjadi yang pertama menggunakannya di Indonesia, hingga Warehouse Management System yang sudah dipakai dalam layanan Titipaja. Adapun Titipaja adalah layanan pergudangan (fulfillment) dan enabler e-commerce dari ASSA yang dirancang untuk mendukung operasional bisnis secara menyeluruh (end-to-end).
Sedari awal ASSA didirikan untuk menjadi perusahaan supply chain logistic solutions berbasis teknologi.
“Di ASSA logistik, teknologi bukan suatu tambahan, tetapi merupakan urat nadi pertumbuhan bisnis dan layanan-layanan bagi para pengguna untuk memberikan solusi bagi masalah logistik mereka end to end, mulai dari first hingga last mile,” kata Prodjo Sunarjanto, Direktur Utama ASSA.
ASSA sendiri telah mengintegrasikan seluruh layanan logistiknya menjadi satu kesatuan mulai dari first hingga last mile. Dilengkapi dengan layanan logistik rantai dingin, logistik halal, hingga logistik hijau (green logistic), ASSA terus berusaha memberikan layanan end-to-end logistics yang paripurna bagi setiap kebutuhan pelanggan.
Sementara itu, penggunaan Transportation Management System (TMS) pada seluruh layanan merupakan bagian dari strategi ASSA dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan yang terintegrasi. TMS yang sudah digunakan ASSA sejak lama ini, pada kuartal pertama 2026 ditambahkan dalam kegiatan usaha baru Perseroan. Penambahan TMS ke dalam kegiatan usaha tersebut diharapkan dapat memperluas kapabilitas layanan logistik ASSA, sekaligus menguatkan daya saing di tengah kebutuhan logistik yang terus tumbuh dan berkembang.
“Integrasi sistem berbasis teknologi mendukung visibilitas end-to-end pada rantai pasok, dan TMS menjadi bagian penting dari transformasi digital ASSA sehingga proses distribusi dapat berjalan lebih produktif, terintegrasi, dan optimal,” kata Prodjo.
Adapun dari sisi lini bisnis rental korporasi dan ekosistem kendaraan bekas melalui ASLC (merek JBA, Caroline.id, dan Motogadai), ASSA akan memperkuat sinergi ekosistem bisnis untuk mencapai profitabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan.
Di sisi kinerja, pada kuartal pertama tahun ini ASSA berhasil mempertahankan momentum pertumbuhannya. Pendapatan Perseroan meningkat 11% secara tahunan menjadi Rp1,5 triliun. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh segmen logistik yang tumbuh 21% YoY dan kini berkontribusi sekitar 45% terhadap total pendapatan Perseroan.
Dengan didukung kinerja yang tumbuh meyakinkan tersebut, ASSA mengesahkan pembagian dividen final Tahun Buku 2025 dengan total Rp110,7 Miliar atau Rp30 per lembar saham. Dimana sebelumnya, pada kuartal ketiga 2025 Perseroan telah membagian dividen interim sebesar Rp73,8 miliar atau Rp20 per lembar saham. Pembagian dividen yang merupakan 44% dari laba bersih tahun 2025 yang sebesar Rp417,7 miliar ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 17 Juni, 2026 di Jakarta. Sehingga total dividen secara keseluruhan yang dibagikan ASSA secara keseluruhan adalah Rp184,6 miliar atau Rp50 per lembar saham.
“Kami optimis penguatan lini bisnis dan efisiensi yang terus dilakukan ini akan mendorong profitabilitas dan pertumbuhan kinerja Perseroan dalam jangka panjang,” tutup Prodjo.





Comments are closed for this post.