Jakarta, Suaramerdekanews.com, 8 Mei 2026, PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) merupakan produsen alat dan peralatan pengecatan di Bogor, Jawa Barat. Perusahaan tersebut didirikan pada tahun 1989 sebagai PT Ace Panbrush Industry. Pada tahun 1996, perusahaan melakukan joint-venture dengan Oldfields International Pty Ltd dari Australia.

Pada kuartal I 2026, KUAS membukukan penjualan bersih sebesar Rp26,04 miliar, turun 9,37% dari Rp28,73 miliar pada periode sama 2025. Seiring penjualan, beban pokok penjualan KUAS turun 8,83% jadi Rp17,92 miliar, dari Rp19,65 miliar kuartal I 2025. Namun, laba kotor Perseroan turun 10,53% menjadi Rp8,12 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp9,08 miliar pada kuartal I 2025.

Perusahaan mendistribusikan produk dengan merek ACE OLDFIELDS dan PRIMA ke pasar domestik dan internasional, seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Kanada, Kepulauan Pasifik, dan negara-negara Asia. Produk ini tersedia di retailer nasional, seperti Mitra10, CSA, Indah Jaya Group, dan Propan.

PT Ace Oldfields Tbk (KUAS), produsen alat pengecatan, menargetkan penjualan bersih sebesar Rp192 miliar pada tahun 2026, didorong oleh strategi perluasan pasar. Pada Mei 2026, saham KUAS berfluktuasi di kisaran Rp116–Rp127, dan perusahaan terus melakukan ekspansi produk, termasuk memperkuat lini produk amplas.

Pergerakan Saham (Mei 2026): Saham berkode KUAS ini tercatat diperdagangkan pada level Rp116–Rp127, dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp153,84 miliar.

Kinerja Keuangan 2023-2024: Pada tahun 2023, perusahaan mencatatkan pertumbuhan laba tahun berjalan sebesar 20,86% menjadi Rp9,50 miliar, yang menunjukkan pemulihan kinerja.

Perluasan Produk: Perusahaan memperkuat portofolio produknya dengan meluncurkan produk amplas di bawah merek “Ace Oldfields” dan “PRIMA” untuk melengkapi alat cat.

KUAS Public Expose 2026 digelar pada Kamis, 7 Mei 2026 di DoubleTree by Hilton Jakarta Kemayoran. Agenda ini menjadi momentum penting bagi manajemen PT Ace Oldfields Tbk dalam menyampaikan capaian kinerja perusahaan, strategi bisnis, serta prospek pertumbuhan kepada para investor dan publik.

Dalam laporan keuangan interim per 31 Maret 2026, perseroan menunjukkan fondasi bisnis yang tetap solid di tengah tantangan ekonomi global dan fluktuasi industri manufaktur. Total aset perusahaan tercatat mencapai Rp309,26 miliar, meningkat dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp299,37 miliar. Sementara itu, total ekuitas perusahaan berada di angka Rp170,97 miliar.

Sebagai perusahaan manufaktur yang bergerak di industri pembuatan kuas cat, kuas khusus, roll dan mini roll, PT Ace Oldfields Tbk terus memperkuat kapasitas produksi serta efisiensi operasional. Perseroan juga mencatat kas dan bank sebesar Rp46,57 miliar pada kuartal I 2026, menunjukkan likuiditas perusahaan yang tetap terjaga.

Meski menghadapi tekanan biaya dan penyesuaian pasar, perusahaan masih mampu membukukan laba periode berjalan sebesar Rp89,22 juta pada tiga bulan pertama 2026. Kinerja tersebut mencerminkan upaya manajemen dalam menjaga keberlanjutan usaha dan stabilitas operasional perusahaan.

Dalam public expose nanti, jajaran direksi yang dipimpin Presiden Direktur Josef Kandiawan diperkirakan akan memaparkan berbagai strategi pengembangan usaha, termasuk optimalisasi produksi, penguatan pasar domestik, hingga peningkatan tata kelola perusahaan yang berkelanjutan.

Selain itu, perubahan susunan Dewan Komisaris yang dilakukan pada Maret 2026 juga menjadi bagian dari langkah penyegaran organisasi guna memperkuat pengawasan dan akselerasi bisnis perusahaan ke depan.

Public Expose KUAS 2026 diharapkan menjadi sarana transparansi perusahaan kepada investor sekaligus mempertegas komitmen PT Ace Oldfields Tbk dalam menjaga pertumbuhan usaha yang sehat, adaptif, dan berdaya saing di industri manufaktur nasional.