Jakarta, Suaramerdekanews.com, 25 April 2026 – Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak perempuan Indonesia mengambil peran di industri kreatif. Berangkat dari ide sederhana, hobi, hingga cerita personal, mereka membangun usaha yang tidak hanya relevan secara budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang nyata. Menanggapi fenomena ini, Bank Saqu berpartisipasi dalam forum diskusi bersama IdeaFriends bertajuk “Built by Her: Turning Passion Into Power in The Creative Industry”, yang membahas peran perempuan dalam membangun usaha di sektor kreatif, serta pentingnya pengelolaan keuangan dalam mendukung pertumbuhan usaha.

Forum diskusi yang digelar dalam rangka momentum Hari Kartini ini turut mengundang Liya Tsabitah, Bank Saqu Solopreneur Academy 2025, Illustrator & Owner CabeArt dan Sylvia, Co-Founder of KopiSoe, Rantau Rasa (Ardnara group). Dalam momentum ini, Bank Saqu, layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab, ingin mengingatkan kembali pentingnya peran perempuan dalam mendorong kemandirian ekonomi. Bank Saqu mencermati perempuan kini tidak hanya hadir sebagai bagian dari industri kreatif, tetapi juga menjalani perjalanan finansial yang dinamis, mulai dari merintis, mengelola, hingga mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Hal ini diperkuat oleh data Kementerian Koperasi dan UKM, di mana sekitar 64,5% pelaku UMKM di Indonesia merupakan perempuan, dengan sebagian besar bergerak di sektor yang terkait dengan industri kreatif. Di sisi lain, perkembangan teknologi digital memberikan peluang bagi perempuan untuk memperluas pasar dan mengembangkan usaha secara lebih fleksibel.

Bank Saqu menilai selain kreativitas, faktor pengelolaan keuangan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan usaha. “Agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan, diperlukan pemahaman keuangan yang baik, mulai dari pengelolaan arus kas hingga pengambilan keputusan finansial. Seiring berkembangnya industri kreatif, kami percaya kombinasi antara kreativitas dan pengelolaan keuangan yang tepat akan menjadi pondasi utama bagi lahirnya lebih banyak usaha yang berkelanjutan di Indonesia.” ujar Willy Apriando, Head of Corporate Communication & Marketing Bank Saqu.

Profil nasabah Bank Saqu juga menunjukkan sekitar 40% merupakan solopreneur. Hal ini mendorong Bank Saqu untuk menghadirkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada layanan perbankan, tetapi juga pada penguatan edukasi dan ekosistem usaha. Salah satunya melalui Solopreneur Academy, program yang memberikan pembelajaran dan jejaring bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis secara lebih terarah.

“Sebagai perempuan yang membangun usaha dari hal yang saya sukai, saya menyadari bahwa kreativitas saja tidak cukup. Ada proses memahami keuangan, mengelola arus kas, serta mengambil keputusan yang tepat.

Dalam perjalanan ini, dukungan dari Bank Saqu menjadi sangat relevan karena membantu kami sebagai solopreneur untuk tumbuh dengan pondasi yang lebih kuat. Dengan memisahkan keuangan pribadi dan bisnis melalui Saku Nabung dan Saku Transaksi, pengelolaan keuangan menjadi lebih teratur, sehingga bisnis pun dapat berkembang dengan lebih optimal,” ujar Liya Tsabitah, pemenang Bank Saqu Solopreneur Academy 2025.

“Banyak bisnis kreatif lahir dari ide yang kuat, tetapi yang membedakan adalah bagaimana bisnis tersebut dikelola dengan finansial yang baik.

Tanpa keuangan yang sehat, akan sulit untuk sustain dalam jangka panjang, apalagi untuk berkembang. Disiplin dalam mengelola arus kas, memahami biaya, dan mengambil keputusan berbasis data menjadi kunci agar bisnis tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh secara berkelanjutan,” tambah Sylvia, Co-Founder of KopiSoe, Rantau Rasa.
Ke depan, Bank Saqu melihat perjalanan perempuan di industri kreatif tidak berhenti pada tahap memulai usaha, tetapi berlanjut pada bagaimana usaha tersebut dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Untuk itu, Bank Saqu berkomitmen menghadirkan solusi perbankan yang relevan di setiap tahap perjalanan tersebut, mulai dari membangun kebiasaan finansial yang sehat hingga mendukung ekspansi usaha.

Selain menghadirkan fitur seperti Tabungmatic untuk membantu kebiasaan menabung dan Saku Kredit yang Selalu Ready untuk kebutuhan pembiayaan, Bank Saqu juga menyediakan layanan Bank Saqu Bisnis bagi pelaku usaha yang telah berkembang. Layanan ini dirancang untuk mendukung pengelolaan keuangan bisnis secara lebih optimal, termasuk dalam mengatur arus kas dan mendukung kebutuhan operasional usaha.

Dengan pendekatan ini, Bank Saqu berharap dapat menjadi teman seperjuangan yang tidak hanya relevan di tahap awal, tetapi juga mampu mendampingi pelaku usaha dalam setiap fase pertumbuhan bisnisnya, sehingga dapat berkontribusi lebih besar terhadap perkembangan industri kreatif dan perekonomian nasional.