Jakarta, Suaramerdekanews.com, 25 April 2026 — Indonesia terkenal dengan lanskap alamnya yang indah dan potensi alam yang kaya. Kekayaan ini tidak hanya menjadi aset pariwisata, tetapi juga fondasi kuat bagi berkembangnya olahraga ekstrem dan aktivitas outdoor. Keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia menghadirkan pengalaman eksplorasi yang autentik dan berkelas dunia, sekaligus mendorong meningkatnya minat wisatawan serta lahirnya komunitas baru di industri petualangan.

Menangkap potensi tersebut, pameran diving, marine, wisata bahari, petualangan dan gaya hidup terbesar di Indonesia, Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2026, diselenggarakan pada tanggal 23-26 April 2026 di Hall B Jakarta International Convention Center (JICC). Diikuti oleh 137 peserta pameran yang berasal dari dalam dan luar negeri, DXI 2026 juga berkolaborasi dengan Asia Dive Expo (ADEX) guna memantapkan posisi Indonesia sebagai pusat wisata bahari dan destinasi diving kelas dunia, sekaligus memperkuat ekosistem marine tourism, industri petualangan, olahraga ekstrem, dan gaya hidup outdoor di tingkat global.

Setelah resmi dibuka kemarin (23/4), dukungan juga datang dari Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, dengan mengunjungi pameran DXI. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ekraf menyambangi beberapa booth peserta pameran DXI, di antaranya Eiger, Hippocampus, Iwani, Java Side Mount, Kluk, Madlife, dan Respiro.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif didampingi oleh Plt. Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan, Ibu Aulia Chloridiany, serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Monitoring Media dan Opini Publik, Bapak Hasbil Mustaqim Lubis. Dari pihak penyelenggara turut mendampingi, Presiden Direktur Dyandra Event Solution (DES), Bapak Michael Bayu A. Sumarijanto, Direktur Sales & Marketing Dyandra Event Solution (DES), Bapak Rachadian Nashidik, Projek Manager DXI 2026, Bapak Irfant Rifani.

Teuku Riefky Harsya mengatakan, “Pameran Deep and Extreme Indonesia (DXI) merupakan platform strategis yang mempertemukan industri outdoor, adventure dan ekonomi kreatif dalam satu ekosistem yang bernilai tambah. Melalui pameran ini, kita ingin mendorong produk ekonomi kreatif lokal berbasis outdoor dan lifestyle agar mampu naik dan berdaya saing global.”

Ia juga menambahkan, “Kolaborasi pelaku industri, komunitas dan pemerintah menjadi kunci dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif berbasis pengalaman (experience-based economy). Tahun ini, Indonesia akan menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy, platform global terbesar di sektor ekonomi kreatif. Event ini penting untuk memperkuat kolaborasi dan positioning Indonesia dalam peta ekonomi kreatif dunia. Kami menyambut baik keterlibatan Dyandra Group sebagai salah satu mitra kolaborasi strategis dalam penyelenggaraan event tersebut, sekaligus memperkuat sinergi antara industri event dan ekosistem ekonomi kreatif nasional,” tutupnya

Sementara itu, Presiden Direktur Dyandra Event Solutions, Michael Bayu A. Sumarijanto, menyampaikan, “Dukungan pemerintah terhadap DXI menegaskan posisi pameran ini sebagai platform strategis industri outdoor adventure dengan ekosistem ekonomi kreatif.

DXI 2026 juga menghadirkan beragam program inspiratif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga edukatif, mulai dari talkshow bersama praktisi industri, workshop, kompetisi, hingga showcase produk inovatif dari pelaku usaha dalam dan luar negeri. Hal ini menjadikan DXI sebagai melting pot ekosistem industri outdoor adventure.”