Jakarta, Suaramerdekanews.com, 8 September 2026 — SKAK Studios bersama SinemArt memulai produksi film terbaru berjudul ”Sukses Jaya”. Film bergenre drama komedi yang disutradarai sekaligus diproduseri Bayu Eko Moektito atau Bayu Skak bersama produser Ricky R Setiawan itu mengangkat kehidupan perantau di Jakarta. Cerita tentang ambisi, persahabatan, cinta, dan keluarga dihadirkan melalui perpaduan bahasa Indonesia dan Jawa.

”Sukses Jaya” mengikuti perjalanan Iman, kuli bangunan asal Malang yang telah lima tahun merantau di Jakarta. Ia terobsesi mengubah kehidupannya dan menjadi orang sukses. Bersama Sutris dan Kojek yang telah dianggap seperti saudara, Iman menerima proyek pembangunan patung dari Boim. Proyek tersebut awalnya menjadi kesempatan untuk membuktikan kemampuannya, tetapi justru membawa Iman ke berbagai persoalan dan perlahan menjauhkannya dari orang-orang yang berarti dalam hidupnya.

Bayu Skak selaku sutradara dan produser “Sukses Jaya” mengatakan, melalui karakter Iman, film ini ingin menggambarkan kehidupan pekerja perantauan yang datang ke kota besar dengan membawa nilai-nilai yang diyakininya. Namun, kebaikan dan ketulusan tidak selalu membuat seseorang terhindar dari persoalan.

”Saya ingin menggambarkan kehidupan pekerja perantauan yang datang dengan nilai-nilai baik, tetapi terkadang kebaikan itu dimanfaatkan orang lain. Menjadi orang baik tetap penting, tetapi kita juga perlu cerdas dalam menghadapi kehidupan,” kata Bayu. Ia berharap film tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga meninggalkan pertanyaan dan bahan renungan bagi penonton setelah menyaksikannya.

David S. Suwarto selaku Executive Producer “Sukses Jaya” mengatakan, film ini menarik karena mengangkat perjuangan kuli Jawa yang merantau dan bertahan hidup di Jakarta dengan gaya khas komedi Bayu Skak. Ceritanya sederhana, tetapi tetap menghadirkan kelucuan, drama, dan persoalan yang sangat manusiawi.

“Buat saya, yang menarik dari film Sukses Jaya adalah bagaimana Bayu Skak melihat perjuangan kuli Jawa yang merantau dan bertahan hidup di Jakarta.

Ceritanya sederhana, tetapi ketika dibawa dengan gaya khas komedi Bayu, ada banyak hal yang bisa menjadi lucu, sekaligus ada drama dan persoalan yang sangat manusiawi. Saya melihat sesuatu yang khas dari film ini dan itu yang membuat Sinemart tertarik untuk memproduksinya. Saya berharap Sukses Jaya bisa menjadi film yang menghibur, punya cerita yang kuat, dan tentunya bisa diterima oleh penonton luas,” kata David.

Film ini diperkuat jajaran pemain lintas generasi, antara lain Bayu Skak yang berperan sebagai Iman sekaligus menjadi sutradara dan produser, serta Firza Valaza yang selain tampil sebagai pemain juga terlibat sebagai comedy consultant. Nopek Novian dan Yusril Fahriza turut memperkuat cerita sebagai Sutris dan Kojek, dua sahabat dekat Iman. Elvira Davinamira berperan sebagai Windy, sementara Denny Caknan, Bella Bonita, Arief Didu, Joshua Suherman, Cak Kartolo, Brandon Salim, dan Riyuka Bunga turut melengkapi jajaran pemain “Sukses Jaya”.

Ricky R Setiawan selaku produser “Sukses Jaya” mengatakan, ”Sukses Jaya” juga berupaya mempertemukan kehidupan perantau dari daerah dengan realitas Jakarta. Penggunaan bahasa Indonesia dan Jawa menjadi salah satu cara untuk memperlihatkan pertemuan kedua latar tersebut.

”Komedi dan kedaerahan merupakan bagian dari identitas kreatif SKAK Studios. Kami ingin tetap menghadirkan tontonan yang menghibur, tetapi juga membawa refleksi bahwa menjadi orang baik perlu dibarengi kecerdasan dalam memahami dan menghadapi kehidupan,” ujar Ricky.

Dimulainya pengambilan gambar hari pertama menandai masuknya ”Sukses Jaya” ke tahap produksi. Film berdurasi sekitar 110 menit tersebut mengambil latar Jakarta pada 2026 dan menggunakan bahasa Indonesia serta Jawa. Melalui perpaduan drama dan komedi, film ini mengangkat gagasan bahwa kesuksesan tidak semata-mata diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari kejujuran, solidaritas, dan orang-orang yang tetap hadir dalam perjalanan hidup.