Setelah melibatkan lebih dari 1.000 solopreneur sejak 2024, program kini berkembang dari ruang pembelajaran menjadi growth ecosystem yang membuka akses terhadap koneksi, kolaborasi, dan peluang bisnis

Jakarta, Suaramerdekanews.com 3 September 2026 – Bank Saqu, layanan perbankan digital milik Astra Financial dan
WeLab, memperluas dukungannya terhadap pertumbuhan solopreneur melalui Bank Saqu
Solopreneur Society: The Founders Club. Setelah melibatkan lebih dari 1.000 solopreneur dari
berbagai industri sejak 2024, program yang sebelumnya dikenal sebagai Solopreneur Academy
kini berkembang dari ruang pembelajaran menjadi growth ecosystem yang menghubungkan
para founder dengan pengetahuan, jaringan bisnis, serta akses terhadap solusi finansial
mendukung pertumbuhan usaha.
Perkembangan bisnis tidak hanya membutuhkan kemampuan founder dalam mengelola usaha,
tetapi juga dukungan ekosistem yang tepat. Laporan Striving to Thrive:

The State of Indonesian
Micro and Small Enterprises 2024/25 menunjukkan bahwa lebih dari 50% usaha mikro dan kecil
yang mengakses satu atau lebih bentuk dukungan bisnis dalam 12 bulan terakhir melaporkan
peningkatan pendapatan, dibandingkan 37% pada usaha yang tidak mendapatkan dukungan.
Dukungan tersebut mencakup antara lain pendampingan, pelatihan finansial, digital marketing,
hingga peer networking.

Temuan tersebut menunjukkan pentingnya akses terhadap ekosistem yang dapat membantu
pelaku usaha meningkatkan kapasitas sekaligus membuka kesempatan untuk berkembang. Hal
ini juga sejalan dengan perjalanan program solopreneur Bank Saqu yang terus berkembang
mengikuti kebutuhan para pelaku usaha.
Perjalanan tersebut dimulai melalui Bank Saqu Solopreneur Academy 2024, yang membuka
ruang bagi solopreneur yang baru merintis untuk belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat
fondasi bisnis. Memasuki 2025, program berkembang dengan mempertemukan lebih banyak
solopreneur dari berbagai industri untuk memperluas pengetahuan sekaligus membangun
jaringan.

Hendrik Komandangi, Relationship Banking Director Bank Saqu, mengatakan, “Dalam dua
tahun terakhir, kami melihat perjalanan para solopreneur terus berkembang. Seiring bisnis
bertumbuh, kebutuhan mereka pun semakin luas. Selain pengetahuan dan pondasi bisnis yang
kuat, mereka membutuhkan akses terhadap jaringan, peluang pasar, dan dukungan finansial
yang sesuai dengan tahapan bisnisnya. Karena itu, melalui Solopreneur Society: The Founders
Club, kami ingin memperluas dukungan tersebut agar para founder memiliki lebih banyak akses
yang dapat membantu mereka membawa bisnis ke tahap berikutnya.”
Melalui Solopreneur Society:

The Founders Club, Bank Saqu mempertemukan berbagai pihak
dalam ekosistem bisnis, mulai dari sesama founder, pemilik brand, supplier, strategic partner,
hingga ecosystem buyer. Dengan pendekatan tersebut, program tidak lagi hanya menjadi ruang
untuk memperoleh pengetahuan, tetapi berkembang menjadi ekosistem yang membuka akses
lebih luas terhadap kebutuhan pertumbuhan bisnis.

1 Pada penyelenggaraan tahun ini, Bank Saqu berkolaborasi dengan IDN untuk memperkuat
ekosistem Solopreneur Society:

The Founders Club. Kolaborasi ini menghadirkan ruang yang
lebih luas bagi para founder untuk mendapatkan perspektif baru, memperluas jaringan, dan
bertemu dengan berbagai pelaku dalam ekosistem bisnis.
William Utomo, Co-Founder & COO of IDN mengatakan, “Kami melihat bahwa pertumbuhan
bisnis tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga ekosistem yang dapat membuka
akses terhadap koneksi dan peluang yang relevan.

Melalui kolaborasi dengan Bank Saqu, IDN
ingin turut menghadirkan ruang bagi para founder untuk bertukar perspektif, memperluas
jaringan, dan menemukan peluang kolaborasi yang dapat mendukung perkembangan bisnis
mereka. Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk
membangun ekosistem solopreneur yang semakin terhubung dan memberikan dampak nyata
bagi para pelaku usaha.”
Membuka Peluang Baru melalui Business Matchmaking
Berbeda dari penyelenggaraan Solopreneur Academy sebelumnya yang berfokus pada
pembelajaran dan penguatan fundamental bisnis, Solopreneur Society: The Founders Club 2026
menghadirkan industry insights, networking dan business matchmaking yang terkurasi sebagai
tiga bagian utama dari program.

Para founder akan mendapatkan perspektif langsung dari praktisi dan expert mengenai
tantangan dan peluang di empat kategori bisnis, yaitu coffeepreneur, food & beverage (F&B),
MICE, dan artificial intelligence (AI). Rangkaian sesi ini dirancang untuk menghadirkan insight
yang relevan dan dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan masing-masing
industri.

Insight tersebut kemudian dilanjutkan melalui business matchmaking, yang menjadi salah satu
pembeda utama program tahun ini. Para founder akan dipertemukan dengan pelaku bisnis yang
relevan berdasarkan kebutuhan dan potensi masing-masing usaha. Dengan demikian,
pertemuan yang terjadi dapat diarahkan pada penjajakan kerja sama, akses pasar, maupun
peluang bisnis baru.
Selain akses terhadap pengetahuan dan jaringan bisnis, Bank Saqu juga melengkapi ekosistem
tersebut melalui akses terhadap solusi finansial. Sebagai bank yang dekat dengan segmen
solopreneur.

Bank Saqu mendampingi kebutuhan finansial nasabah mulai dari pengelolaan
keuangan hingga akses terhadap fasilitas kredit
bagi nasabah yang memenuhi kriteria.
Salah satunya melalui Saku Kredit, fasilitas pinjaman Bank Saqu dengan limit sampai dengan
Rp30 juta yang dapat digunakan secara fleksibel untuk berbagai kebutuhan. Bagi pelaku usaha
yang ingin mengembangkan bisnisnya, Bank Saqu juga menyediakan Kredit Modal Kerja untuk
mendukung kebutuhan modal dan aktivitas operasional usaha. Kehadiran berbagai solusi
finansial ini menjadi bagian dari upaya Bank Saqu untuk mendampingi kebutuhan nasabah
sesuai dengan tahapan perkembangan bisnis mereka.

Pendekatan berbasis ekosistem tersebut juga diperkuat melalui keterlibatan berbagai pelaku
industri, salah satunya Otten Coffee, yang telah membangun ekosistem bagi para
coffeepreneurs. Tahun ini, Bank Saqu dan Otten Coffee telah menjalin strategic partnership
dengan kesamaan visi untuk mendukung perkembangan pelaku usaha di industri kopi.

2 Kolaborasi tersebut mempertemukan ekosistem dan pemahaman industri yang dimiliki Otten
Coffee dengan akses terhadap layanan finansial dari Bank Saqu. Dengan demikian, pelaku
usaha dalam ekosistem Otten Coffee dapat memperoleh dukungan yang semakin relevan dalam
menjalankan dan mengembangkan bisnisnya.

Jhoni Kusno, CEO Otten Coffee mengatakan, “Di Otten Coffee, kami membangun ekosistem
yang mendukung coffeepreneurs melalui produk, pengetahuan, dan komunitas. Kami melihat
visi yang sejalan dengan Bank Saqu dalam membantu pelaku usaha untuk terus berkembang.
Melalui kolaborasi ini, kekuatan ekosistem Otten Coffee dipertemukan dengan akses terhadap
solusi finansial Bank Saqu, sehingga coffeepreneurs memiliki dukungan yang semakin relevan
dalam perjalanan mengembangkan bisnis mereka.”
Melalui Solopreneur Society: The Founders Club, Bank Saqu menghadirkan ekosistem yang
menghubungkan pengetahuan, jaringan bisnis, peluang, dan akses finansial untuk mendukung
perkembangan usaha.

Inisiatif ini menjadi langkah lanjutan Bank Saqu dalam memperluas
dukungan bagi solopreneur di berbagai tahap perjalanan bisnis, sekaligus wujud komitmen
#SelaluBersama untuk menemani nasabah dari merintis hingga mengembangkan bisnis.
Dulu belajar bersama. Kini, saatnya terhubung, menciptakan peluang, dan tumbuh bersama.
Bank Saqu Solopreneur Society: The Founders Club. Match. Make. Grow.
Informasi lebih lanjut mengenai Bank Saqu Solopreneur Society The Founders Club dapat
diakses pada situs resmi Bank Saqu di www.banksaqu.co.id