Jakarta, Suaramerdekanews.com, 27 Agustus 2026 — Gaya hidup saat ini semakin beragam. Dalam satu hari, aktivitas bekerja, berkumpul, mencari hiburan, mengikuti komunitas, dan menekuni hobinya bisa berjalan beriringan. Kebutuhan terhadap ruang ekspresi yang mempertemukan minat tersebut mendorong Dyandra Promosindo mempersembahkan acara 25/7 (Twenty Five Seven). Acara ini menghadirkan ruang kreatif yang tidak hanya berfungsi sebagai pasar untuk menjajakan produk, tetapi juga sebagai tempat untuk bertemu, berkoneksi, dan berkreasi. 25/7 akan dilaksanakan pada 4-5 Desember 2026 di Taman Kota Peruri yang akan menghadirkan ragam tenant dari berbagai kategori seperti kuliner, fesyen, olahraga, hingga pertunjukan musik.
25/7 menghadirkan konsep “1 jam ekstra” yang menggambarkan keseharian orang yang memiliki beragam ketertarikan di luar rutinitas mereka. Satu jam ekstra ini menjadi kesempatan bagi untuk melakukan lebih banyak hal yang disukai dan diminati serta berkumpul dengan komunitas-komunitas lainnya. Seperti yang disampaikan oleh Project Manager 25/7, Rafi Elmanda, “Hadirnya 25/7 sebagai ruang kreatif yang hadir untuk mewakili semangat tanpa batas, energi, dan gaya hidup yang kreatif. Kami tidak menjadikan 25/7 sebagai festival ataupun exhibition, namun kami berharap 25/7 dapat menjadi tempat ‘nongkrong’ bagi teman-teman di sepanjang waktu penyelenggaraan,” ujar Rafi.
25/7 hadir dengan empat pilar utama, yaitu Fashion, F&B, Music, dan Hobbies, yang merepresentasikan beragam minat dan gaya hidup saat ini. Fashion menjadi ruang untuk mengeksplorasi gaya dan identitas melalui brand dan desainer favorit. F&B menghadirkan beragam pilihan kuliner yang menjadi bagian dari pengalaman lifestyle. Music menjadi ruang untuk menikmati musik sekaligus mempertemukan musisi dan komunitas. Sementara Hobbies membuka ruang bagi berbagai minat dan komunitas, mulai dari sport, wellness, seni, hingga hobi kreatif lainnya.
Konsep dan identitas visual 25/7 sangat identik dengan representasi kekinian dan bukan hanya berfungsi sebagai elemen estetika semata. Menurut Cycojano – Art Director 25/7, “Desain 25/7 ini menggambarkan bagaimana empat pilar tersebut yang berbeda-beda tapi bisa bertemu dalam satu ruang. Kami mencoba untuk eksplor dan riset secara langsung dari objek temuan dan apa yang kita lihat dalam keseharian,” ujar Cycojano.
Direktur Utama Peruri Properti, Fakky Ismail Hidayat, menyambut baik dan mendukung penuh penyelenggaraan event 25/7 di Taman Kota Peruri. “Taman Kota Peruri adalah merupakan bagian dari Kota Peruri. Penyelenggaraan kegiatan ini sangat selaras dengan komitmen kami dalam mengusung nilai 3C—Connectivity, Creativity, dan Collaboration,” ujar Fakky. “Connectivity tercermin dari lokasi kami yang sangat strategis di kawasan Blok M sebagai destinasi placemaking yang dinamis dengan kemudahan akses berbagai moda transportasi. Creativity diwadahi melalui energi positif anak-anak muda yang aktif dan inovatif, sementara Collaboration terwujud secara nyata melalui sinergi bersama pada acara hari ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fakky menegaskan bahwa Kota Peruri hadir sebagai ikon dan destinasi baru Kota Jakarta. “Dengan dominasi ruang terbuka hijau, kami konsisten menerapkan konsep adaptive reuse serta prinsip lingkungan berkelanjutan demi mewujudkan visi Creativity and Innovation for a Sustainable Tomorrow,” tutup Fakky.
Melihat Lifestyle Kekinian dari Berbagai Perspektif
Rangkaian 25/7 diawali dengan kegiatan 25/7 Unlocked yang diselenggarakan di Taman Kota Peruri (26/8), sebagai pengenalan program dan konsep yang akan dihadirkan. Salah satunya, 25/7 Talks yang dihadiri oleh Fathia Izzati sebagai salah satu personel band Reality Club dan Talbot Rio sebagai Fashion Enthusiast dan dipandu oleh Arie Dagienkz, mendiskusikan sudut pandang mengenai musik dan fashion.
Bagi Fathia Izzati, musik dan fashion memiliki hubungan yang erat dalam scene kekinian. Musik, khususnya scene independen, tidak hanya berkembang melalui industri besar, tetapi juga melalui komunitas dan ruang yang memungkinkan musisi bertemu dengan audiens secara lebih organik. Fashion dan visual juga menjadi bagian dari identitas musisi, sehingga keduanya kerap berkembang secara beriringan.
“Fashion dan Musik itu saling beriringan, karena sama halnya seperti musik, bagaimana kita berpenampilan juga bisa menjadi bagian dari storytelling dan bentuk ekspresi diri. Dengan adanya ruang baru yang tidak hanya memungkinkan kita untuk menikmati penampilan musik, tetapi juga menjadi tempat untuk nongkrong ataupun melihat berbagai pilihan fashion, pastinya akan menciptakan pengalaman yang lebih seru dan exciting,” ujar Fathia Izzati.
Sementara itu, Talbot Rio melihat fashion sebagai salah satu bentuk ekspresi diri yang paling dekat dengan keseharian dirinya. Menurutnya, gaya personal bukan sekadar mengikuti tren, tetapi juga menjadi cara untuk menunjukkan karakter dan identitas. Kehadiran ruang yang mempertemukan audiens dengan brand lokal dan independen juga dapat membuka kesempatan bagi kreativitas dan perspektif baru.
“Fashion bukan hanya soal apa yang sedang tren, tetapi juga cara seseorang meromantisasikan hal yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya sebagai bentuk ekspresi diri. Keterlibatan brand lokal menjadi hal penting di acara seperti 25/7 yang menggabungkan keempat pilar dan sejalan dengan gaya hidup generasi saat ini,” ujar Talbot Rio.
Acara 25/7 Unlocked ditutup dengan penampilan musik dari band LAIR dan DJ dari Klab 73 Soundsystem. Rangkaian acara ini merupakan gambaran dari gagasan 25/7 untuk menghadirkan ruang yang memungkinkan publik mengeksplorasi lebih banyak hal yang mereka sukai. Melalui empat pilar Fashion, F&B, Music, dan Hobbies, 25/7 mempertemukan berbagai minat, komunitas, brand, dan kreativitas dalam satu ekosistem lifestyle.
Informasi lebih lanjut mengenai acara 25/7 dapat dicek melalui kanal sosial media instagram @twentyfiveseven.id





Comments are closed for this post.