Jakarta, Suaramerdekanews.com, 6 Juli 2026 – PT Eka Reka Palakerti Indonesia (ERP Indonesia), perusahaan konsultan dan pengembang solusi Enterprise Resource Planning (ERP), menjalin kerja sama strategis dengan PT Mattel Indonesia melalui implementasi BZone, platform Bonded Zone IT Inventory yang andal dan terintegrasi. Implementasi ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas operasional, mengoptimalkan proses logistik, pengelolaan inventory, serta memperkuat akurasi data dan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi kawasan berikat dan kepabeanan.

Melalui BZone, Mattel Indonesia dapat mengelola proses kawasan berikat, operasional logistik, dan inventori dalam satu platform terpadu. Sistem ini mendukung otomatisasi pelaporan kepabeanan, pemantauan inventori secara real-time untuk meningkatkan akurasi data, mempercepat proses bisnis, dan menjaga kesesuaian terhadap regulasi yang berlaku, serta terintegrasi dengan CEISA 4.0 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

BZone merupakan platform Bonded Zone IT Inventory yang dirancang untuk mendukung perusahaan yang memanfaatkan fasilitas Kawasan Berikat (Kaber), Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dibangun di atas platform ERP yang fleksibel dan dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan bisnis, BZone membantu perusahaan mengintegrasikan pengelolaan inventory, proses manufaktur, pengaturan logistik, dan pelaporan kepabeanan dalam satu sistem terintegrasi.

Chief Executive Officer (CEO) PT Eka Reka Palakerti Indonesia Anang Ind Pratama, mengatakan kebutuhan industri manufaktur saat ini tidak lagi terbatas pada digitalisasi proses, tetapi juga integrasi antara operasional dan kepatuhan terhadap regulasi. “Perusahaan manufaktur, khususnya yang beroperasi di kawasan berikat, membutuhkan sistem yang tidak hanya mampu memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga mengintegrasikan proses operasional secara menyeluruh. BZone kami kembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui otomatisasi proses, dan terintegrasi dengan sistem pemerintah sehingga perusahaan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga kepatuhan,” ujar Anang.

Menurut Anang, tantangan yang dihadapi Mattel Indonesia pada dasarnya juga dihadapi oleh banyak perusahaan manufaktur yang memanfaatkan fasilitas Kawasan Berikat. Perubahan pendekatan pengawasan kepabeanan menuju sistem yang semakin terdigitalisasi membuat perusahaan perlu membangun sistem yang mampu mengintegrasikan proses operasional dengan pelaporan kepabeanan secara real-time.

“Transformasi digital di sektor manufaktur saat ini juga didorong oleh perubahan regulasi. Bagi perusahaan manufaktur berorientasi ekspor, kepatuhan bukan lagi sekadar memenuhi regulasi, tetapi menjadi fondasi kelangsungan bisnis karena ketidaksesuaian data maupun pelaporan dapat menghambat proses logistik, memperlambat arus barang, hingga mempengaruhi kelancaran operasional perusahaan. Implementasi BZone di Mattel Indonesia menunjukkan bahwa solusi teknologi yang dikembangkan di Indonesia mampu memenuhi standar operasional dan kepatuhan yang dibutuhkan perusahaan manufaktur global,” tambahnya.

Chief Commercial Officer (CCO) PT Eka Reka Palakerti Indonesia, Contardo Satria Gondokusumo, menjelaskan bahwa implementasi BZone di Mattel Indonesia menjadi tonggak penting dalam perluasan portofolio ERP Indonesia di sektor manufaktur berorientasi ekspor. Setelah lebih dari delapan tahun mendukung digitalisasi berbagai perusahaan manufaktur di Indonesia, kerja sama ini mencerminkan semakin luasnya penerapan BZone pada perusahaan dengan kebutuhan operasional yang kompleks serta standar kepatuhan yang tinggi.

Sistem IT Inventory BZone memiliki fleksibilitas untuk beradaptasi dengan perkembangan regulasi di masa mendatang. Pengalaman panjang ERP Indonesia dalam mengimplementasikan BZone di berbagai perusahaan manufaktur berskala besar, didukung oleh komitmen terhadap pengembangan sistem berkelanjutan dan layanan purna jual yang prima, menjadi faktor penting dalam memastikan sistem ini dapat berjalan secara optimal, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan klien salah satunya Mattel Indonesia.

Implementasi di Mattel Indonesia juga memiliki kompleksitas tersendiri mengingat tingginya volume transaksi serta kebutuhan integrasi proses logistik dan ekspor-impor tanpa mengganggu kelancaran operasional perusahaan. Oleh karena itu, BZone akan dikembangkan secara bertahap untuk mendukung integrasi proses bisnis di departemen logistik dan ekspor-impor sekaligus memastikan setiap transaksi terdokumentasi secara tepat dan akurat.

Transformasi Digital Perkuat Daya Saing Industri Manufaktur

Transformasi digital kini menjadi kebutuhan strategis bagi perusahaan manufaktur berorientasi ekspor. Seiring meningkatnya kompleksitas rantai pasok global dan pergeseran pengawasan kepabeanan menuju sistem digital, perusahaan dituntut memiliki sistem yang mampu mencatat arus barang secara akurat, serta mendukung pelaporan yang transparan. Kondisi ini membuat kebutuhan terhadap solusi digital yang menggabungkan aspek operasional dan tata kelola kepabeanan semakin meningkat.

Laporan Worldwide Digital Transformation Spending Guide dari International Data Corporation (IDC) memperkirakan belanja global untuk transformasi digital akan mencapai US$3,9 triliun pada 2027. Sementara itu, East Ventures Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2026 menunjukkan daya saing digital Indonesia terus meningkat, dengan skor nasional naik dari 38,8 pada 2025 menjadi 42,2 pada 2026. Tren tersebut mencerminkan semakin besarnya kebutuhan perusahaan terhadap solusi digital yang mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan.

Ke depan, ERP Indonesia akan terus mengembangkan BZone untuk membantu perusahaan manufaktur mengintegrasikan proses operasional, memenuhi tuntutan kepatuhan regulasi, serta mempercepat transformasi digital. Kolaborasi dengan Mattel Indonesia menjadi bagian dari upaya tersebut sekaligus memperkuat fokus perusahaan dalam mendukung digitalisasi industri manufaktur berorientasi ekspor di Indonesia.