Jakarta, Suaramerdekanews.com, 30 Juni 2026 – PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengumumkan penyelesaian pengalihan portofolio kredit pensiun dari SMBC Indonesia pada Senin (29/6/2026).

Melalui kolaborasi ini, BTN dan SMBC Indonesia menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan layanan perbankan yang semakin kuat, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah, sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang masing-masing institusi. Kedua institusi juga berkomitmen untuk memastikan transisi ini berjalan lancar dengan mengutamakan standar tata kelola perusahaan, sehingga kualitas layanan kepada nasabah pensiun tetap terjaga.

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi BTN untuk memperkuat peran Perseroan sebagai bank yang mendampingi masyarakat di setiap fase kehidupan. Menurutnya, komitmen BTN tidak berhenti pada upaya membantu masyarakat memiliki rumah pertama, tetapi terus berlanjut hingga mendukung kesejahteraan nasabah memasuki masa pensiun.

“Hari ini, melalui penandatanganan resmi ini, BTN secara resmi mengelola layanan pinjaman pensiun dan manfaat pensiun yang sebelumnya dikelola oleh SMBC Indonesia. Langkah ini bukan berarti BTN meninggalkan bisnis perumahan. Justru sebaliknya, kami ingin memperkuat perjalanan layanan BTN kepada masyarakat, mulai dari membantu memiliki rumah, memenuhi kebutuhan finansial sepanjang masa produktif, hingga memasuki masa pensiun dengan tetap nyaman dan sejahtera. Bahkan bagi para pensiunan yang belum memiliki rumah, BTN tetap siap menjadi mitra dalam mewujudkan impian tersebut,” ujar Nixon.

Ia menambahkan bahwa akuisisi ini akan semakin memperkuat posisi BTN sebagai bank dengan ekosistem layanan yang menyeluruh. Dengan jaringan yang luas serta kapabilitas digital yang terus berkembang, BTN optimistis mampu menghadirkan layanan yang semakin relevan bagi masyarakat di berbagai tahapan kehidupan.

“Transformasi Beyond Mortgage yang kami jalankan bukan berarti keluar dari bisnis perumahan. Perumahan tetap menjadi inti bisnis BTN. Yang kami lakukan adalah melengkapi ekosistem layanan sehingga hubungan BTN dengan nasabah tidak berhenti setelah rumah dimiliki, tetapi terus berlanjut hingga masa pensiun. Dengan demikian, kami dapat terus menciptakan nilai tambah sekaligus membangun hubungan jangka panjang dengan para nasabah,” tambah Nixon.

Nixon juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi intensif yang telah terjalin antara tim BTN dan SMBC Indonesia sejak tahun 2025 hingga mencapai tahap transaksi ini. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan pascatransaksi akan dijalankan dengan prinsip kehati-hatian (prudence) dan kepatuhan yang tinggi guna memastikan proses transisi berjalan lancar serta memberikan manfaat optimal bagi kedua institusi dan seluruh pemangku kepentingan.

Terkait teknis layanan, Nixon memastikan bahwa proses transisi dirancang agar berjalan mulus tanpa mengganggu hak-hak nasabah. “Prioritas utama kami adalah memastikan kenyamanan nasabah tetap terjaga. Kami menjamin seluruh hak nasabah, termasuk manfaat asuransi jiwa kredit yang melekat pada pinjaman, tetap sama dan tidak mengalami perubahan. Kami juga siap mendampingi seluruh nasabah selama proses transisi agar tetap nyaman dan mendapatkan layanan terbaik dari BTN,” tegasnya.

Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar, menyatakan bahwa transaksi ini merefleksikan komitmen perusahaan untuk menempatkan nasabah sebagai prioritas utama dalam setiap keputusan strategis perusahaan. “Kami meyakini bahwa BTN memiliki kapabilitas dan jaringan yang kuat untuk memberikan layanan kepada nasabah pensiun.”

Henoch menambahkan bahwa transaksi ini memungkinkan SMBC Indonesia untuk semakin memfokuskan sumber daya dan investasi perusahaan pada pengembangan layanan bagi segmen emerging affluent, affluent, usaha kecil dan menengah, serta korporasi. “Dengan dukungan Grup SMBC, serta melalui Jenius dan anak usaha kami, BTPN Syariah, dan Grup OTO, SMBC Indonesia akan terus menghadirkan solusi keuangan yang semakin inovatif, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan nasabah,” ujarnya.

“Kami meyakini bahwa BTN memiliki kapabilitas dan jaringan yang kuat untuk memberikan layanan kepada nasabah pensiun. Pada saat yang sama, transaksi ini memungkinkan SMBC Indonesia mempercepat fokus pada agenda pertumbuhan strategis kami. Dengan demikian, diharapkan kedua institusi dapat semakin optimal menjalankan keunggulan masing-masing dalam melayani masyarakat Indonesia,” tambah Henoch.

Sebagai bentuk transparansi, BTN akan segera mengirimkan surat penyambutan (welcome letter) serta panduan lengkap mengenai pengalihan pengelolaan fasilitas kredit kepada seluruh nasabah terdampak.

Akan tetapi, pembayaran manfaat pensiun akan tetap dikelola oleh SMBC Indonesia sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut. Nasabah diimbau untuk tetap melakukan proses autentikasi berkala sesuai ketentuan agar pembayaran manfaat pensiun tetap berjalan lancar.

Bagi nasabah yang membutuhkan informasi lebih lanjut, selain melalui surat resmi, nasabah dapat menghubungi Contact Center SMBCI Care di 1500 365 atau mengunjungi kantor cabang SMBC Indonesia terdekat selama masa transisi berlangsung.