JAKARTA —Suaramerdekanewscom, 22 Juni 2026, Hanya beberapa hari setelah France Alumni Day dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi—Prof. Stella Christie, Kedutaan Besar Prancis—lnstitut francais d’indonesie (IFI) dan Campus France menyelenggarakan seminar bagi hampir 600 mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia,
Indonesia yang tahun ini kembali memilih keunggulan sistem pendidikan tinggi Prancis.
Pilihan keunggulan akademik dalam lingkungan yang ramah mahasiswa internasional.
Para mahasiswa memilih negara paling menarik di dunia (dengan lebih dari 100 juta wisatawan pada tahun 2025), namun yang terpenting adalah tingkat akademik yang unggul — Prancis menempati peringkat ke-3 secara global dalam hal jumlah institusi yang tercatat di 20 besar peringkat Shanghai, dengan Paris-Saclay dan Paris Sciences et Lettres (PSL) termasuk di antara 20 universitas terbaik di dunia.
Mereka juga memilih sistem yang mendapat dukungan kuat dari pemerintah Prancis dan karenanya dapat menawarkan biaya kuliah yang sangat terjangkau di universitas negeri
Biologi, keamanan siber, manajemen, dan humaniora: keragaman program studi yang ditawarkan memberikan kesempatan kepada mahasiswa Indonesia untuk memperoleh keterampilan yang akan membantu mereka sukses, baik secara akademis maupun profesional.
Seminar untuk kelancaran persiapan keberangkatan
Sebagai momen penting dalam proses mobilitas, seminar ini menjadi ajang untuk berbagi informasi, bertukar pikiran, dan membangun kepercayaan diri bersama para mahasiswa dan orang tua mereka menjelang keberangkatan ke Prancis.
Diselenggarakan oleh Campus France Indonesia — lembaga nasional Prancis yang bertugas mempromosikan Prancis sebagai tujuan studi bagi mahasiswa internasional — bekerja sama dengan PPI Prancis (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Prancis) dan France Alumni, acara ini mencakup semua aspek mulai dari prosedur administratif hingga adaptasi budaya, kehidupan mahasiswa, serta peluang akademik dan profesional setelah lulus.
Beberapa pakar dan alumni berbagi pengalaman mereka dalam menjawab pertanyaan praktis dari para mahasiswa
dan orang tua. Seminar ini juga menampilkan partisipasi mitra institusional, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia di Prancis (KBRI Paris). Melalui konferensi video, tim menyampaikan pesan dukungan kepada calon mahasiswa dan memperkenalkan layanan yang ditawarkan
kepada diaspora Indonesia di Prancis.
Implementasi langsung dari Deklarasi Paris
Tahun 2026 menandai tonggak sejarah baru dalam kemitraan strategis antara Prancis dan Indonesia di bidang pendidikan tinggi dan penelitian. Berlandaskan Deklarasi Paris mengenai Deklarasi Bersama tentan: Pendidikan Penelitian dan Mobilitas yang diadopsi oleh Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto selama Kunjungan Kenegaraan Presiden Prabowo ke Paris pada tanggal 28 Mei lalu, kedua negara terus memperluas peluang
untuk mencapai keunggulan akademik melalui program beasiswa LPDP-France.
Edisi ketiga Program Magister LPDP-France memberikan kesempatan kepada generasi penerus Indonesia untuk mengakses hampir 250 program magister yang diajarkan dalam bahasa Inggris, yang akan menerima 45 mahasiswa Indonesia tahun ini. Hal ini juga menandai edisi kedua Program Doktor LPDP-—-France dan peluncuran angkatan pertama LPDP-ParisSaclay, yang menawarkan akses langsung bagi mahasiswa Indonesia ke universitas
terkemuka di Eropa (peringkat ke-13 dalam Peringkat Shanghai).
Melalui inisiatif-inisiatif ini, Prancis dan Indonesia menegaskan kembali komitmen bersama mereka untuk berinvestasi dalam sumber daya manusia, memajukan kerja sama ilmiah, dan mempersiapkan pemimpin masa depan yang mampu mengatasi tantangan global melalui
inovasi, penelitian, dan kolaborasi internasional.





Comments are closed for this post.