Satu Platform Terpadu untuk Mengelola Perangkat, Melindungi dari Serangan, Menjaga Kenyamanan Kerja Karyawan, dan Mengamankan Akses ke Sistem Perusahaan

Sistem pintar berbasis AI yang bisa mendeteksi ancaman lebih cepat dan langsung menanganinya secara otomatis

Akses ke sistem kantor kini lebih aman dengan pendekatan Zero Trust, hanya perangkat terpercaya yang bisa masuk

Uji coba gratis tersedia di https://mnge.it/EDR

Jakarta — Suaramerdekanews.com, 1 April 2026, ManageEngine, bagian dari Zoho Corporation dan salah satu penyedia solusi manajemen TI untuk perusahaan terkemuka di dunia hari ini mengumumkan pengembangan platform Endpoint Central, sebuah sistem untuk mengelola dan mengamankan seluruh perangkat kerja karyawan dari satu tempat, dengan menambahkan kemampuan untuk mendeteksi dan langsung menangani ancaman di perangkat secara otomatis (endpoint detection and response/EDR). Yaitu sistem yang bisa mengenali aktivitas mencurigakan lalu menghentikannya sebelum menyebar), serta fitur akses privat yang lebih aman (secure private access), di mana setiap perangkat harus diverifikasi dulu keamanannya sebelum bisa masuk ke sistem perusahaan (Zero Trust, artinya tidak ada perangkat yang langsung dipercaya begitu saja meskipun sudah punya login).

Di tengah percepatan digitalisasi di Indonesia, ancaman siber juga meningkat tajam. Data dari Badan Siber dan Sandi Negara mencatat bahwa sepanjang Januari hingga Juli 2025 terdapat lebih dari 3,64 miliar anomali trafik atau aktivitas serangan siber di Indonesia. Angka ini menunjukkan skala ancaman yang semakin besar, seiring meningkatnya ketergantungan perusahaan pada sistem digital dan perangkat kerja.

Ancaman ini juga terus berkembang, tidak hanya dari sisi jumlah tetapi juga kompleksitas. Serangan seperti malware, akses tidak sah, hingga ransomware kini semakin sering menargetkan perangkat kerja, mulai dari laptop, perangkat mobile, hingga workstation yang digunakan sehari-hari oleh karyawan, dan berpotensi langsung mengganggu operasional bisnis.

Seiring perusahaan yang harus mengelola karyawan yang bekerja dari berbagai lokasi dan menggunakan banyak jenis perangkat, mulai dari laptop, perangkat mobile, hingga workstation, endpoint kini menjadi pusat operasional IT sekaligus titik paling sering menjadi target serangan. Namun, masih banyak organisasi yang menggunakan tools terpisah untuk mengelola perangkat, melindungi dari ancaman, dan mengatur akses jarak jauh. Akibatnya, sistem jadi lebih rumit dan berisiko.

Di sisi lain, pelaku serangan kini juga memanfaatkan AI untuk membuat serangan yang lebih canggih dan masif, termasuk ransomware. Sementara itu, model akses lama berbasis VPN justru menambah risiko karena biasanya langsung memberikan akses luas ke jaringan setelah login berhasil. Karena itu, banyak perusahaan mulai beralih ke platform terpadu yang menggabungkan manajemen perangkat, keamanan, dan kontrol akses berbasis Zero Trust dalam satu sistem berbasis AI, untuk mengurangi kompleksitas sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap serangan.

“Keamanan endpoint sekarang adalah soal kecepatan: perusahaan harus bisa mendeteksi dan menghentikan ancaman lebih cepat, sambil memastikan akses ke aplikasi internal tetap aman meskipun kredensial sudah bocor,” ujar Chirag Mehta, vice president and principal analyst at Constellation Research. “Menggabungkan EDR dengan kontrol akses berbasis kepercayaan perangkat membantu mengurangi waktu penyerang berada di sistem dan membatasi dampaknya.”

Dengan mengintegrasikan EDR dan Secure Private Access ke dalam Endpoint Central, ManageEngine menyatukan deteksi ancaman, respons, dan kontrol akses dalam satu platform yang dibangun secara native, yang artinya semua fitur ini memang dibuat dari awal dalam satu sistem yang sama, bukan hasil gabungan atau tempelan dari berbagai tools berbeda, sehingga lebih terintegrasi, stabil, dan mudah digunakan. Ini memungkinkan tim IT dan keamanan bekerja dari satu sumber data yang sama, sehingga deteksi lintas sistem dan proses investigasi bisa dilakukan lebih cepat.

Selain itu, tindakan perbaikan seperti update keamanan (patching) dan penguatan konfigurasi juga bisa langsung dilakukan dari sistem yang sama. Endpoint Central menggunakan satu aplikasi kecil yang dipasang di setiap perangkat dan satu dashboard utama terpusat, sehingga pengelolaan perangkat, pengaturan akses, dan penanganan masalah keamanan bisa dilakukan dengan lebih mudah dan praktis.

“Seiring karyawan kini bekerja dari berbagai lokasi, tidak hanya di kantor, tapi juga dari rumah, luar kota, atau saat mobile, serta menggunakan beragam perangkat kerja yang berbeda-beda, endpoint kini menjadi titik utama untuk deteksi ancaman sekaligus kontrol akses,” kata Mathivanan Venkatachalam, vice president at ManageEngine. “Dengan kemampuan ini, kami membantu perusahaan beralih dari keamanan yang hanya bereaksi setelah terjadi masalah menjadi sistem yang bisa bekerja lebih mandiri, mendeteksi ancaman lebih awal, mengambil tindakan otomatis, dan mengurangi ketergantungan pada respons manual dari tim IT, serta bisa mendeteksi lebih awal, merespons lebih cepat, dan memastikan hanya perangkat terpercaya yang dapat mengakses sistem penting.”